58.054 Narapidana Terima Hak Bersyarat Sepanjang 2022

Rika Aprianti, Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA-Sepanjang tahun 2022 hingga bulan September, Direktorat Jenderal Pemasyarkatan telah menerbitkan 58.054 SK PB/CB/CMB Narapidana untuk seluruh kasus tindak pidana  diseluruh Lapas di Indonesia.

Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti menjelaskan, pada bulan September 2022, sebanyak 1.368 orang narapidana  dari semua kasus tindak pidana diseluruh Indonesia diberikan hak bersyarat PB/CB/CMB diantaranya, 23 narapidana Tipikor yang telah dikeluarkan pada tanggal 6 September 2022 dari 2 Lapas, yaitu Lapas Kelas I Sukamiskin dan Lapas Kelas IIA Tangerang.

Bacaan Lainnya

“Untuk narapidana tipikor yang telah diterbitkan SK PB nya dan langsung dikeluarkan pada tanggal 6 September 2022 Lapas Kelas II A Tangerang yaitu Ratu Atut Choisiyah Binti Alm, Tubagus Hasan Shochib, Desi Aryani Bin Abdul Halim, Pinangki Sirna Malasari, Mirawati Binti H. Johan Basri,”ujar Rika, Rabu (7/9).

Baca Juga:  Ke Perbatasan, Gubernur Tinjau Program Bedah Rumah dan Penyediaan Air Bersih Warga

Pada Lapas kelas I Sukamiskin yakni  Syahrul Raja Sampurnajaya Bin H. Ahmad Muchlisin, Setyabudi Tejocahyono,  Sugiharto Bin Isran Tirto Atmojo, Andri Tristianto Sutrisna Bin Endang Sutrisna,  Budi Susanto Bin Lo Tio Song, Danis Hatmaji Bin Budianto, Patrialis Akbar Bin Ali Akbar, Edy Nasution Bin Abdul Rasyid Nasution, Irvan Rivano Muchtar Bin Cecep Muchtar Soleh, Ojang Sohandi Bin Ukna Sopandi, Tubagus Cepy Septhiady Bin. TB E Yasep Akbar,  Zumi Zola Zulkifli, Andi Taufan Tiro Bin Andi Badarudin, Arif Budiraharja Bin Suwarja Herdiana, Supendi Bin Rasdin, Suryadharma Ali Bin. HM Ali Said, Tubagus Chaeri Wardana Chasan Bin Chasan, Anang Sugiana Sudihardjo, Amir Mirza Hutagalung Bin. HBM Parulian.

Baca Juga:  Hamsing Soroti Kapal Asing di Sebatik, Minta Instansi Terkait Lakukan Pengawasan Ketat

“Dasar pemberian Hak bersyarat narapidana yaitu pembebasan bersyarat Pasal 10 Undang-Undang Pemasyarakatan Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Selain hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9, Narapidana yang telah memenuhi persyaratan tertentu tanpa terkecuali juga berhak atas remisi, asimilasi, cuti mengunjungi atau dikunjungi keluarga, cuti bersyarat dan cuti menjelang bebas, pembebasan bersyarat dan  hak lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,”terangnya.

“Persyaratan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) narapidana harus berkelakuan baik, aktif mengikuti program Pembinaan dan telah menunjukkan penurunan tingkat risiko,”Tambahnya.

Selain memenuhi persyaratan tertentu, lanjut Rika sebagaimana dimaksud pada ayat (2), bagi Narapidana yang akan diberikan cuti menjelang bebas atau pembebasan bersyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dan huruf f juga harus telah menjalani masa pidana paling singkat dua pertiga dengan ketentuan dua pertiga masa pidana tersebut paling sedikit Sembilan bulan.

Baca Juga:  Wabup Nunukan Selaku Ketua Kwarcab Nunukan Kukuhkan Pengurus Saka Bhayangkara Polres Nunukan

“Semua narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif dapat diberikan hak Bersyarat seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB) dan Cuti Menjelang Bebas (CMB). Hak ini diberikan tanpa terkecuali dan non doiskriminatif kepada semua narapidana yang telah memenuhi persyaratan, seperti yang tercantum pada pasal 20 Undang – Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan,”Pungkas Rika Aprianti. (RR Humas Lanuka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *