Asal Muasal Nama Hutan Mangrove “Yaki Manurani”

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com-Wisata Hutan Mangrove Yaki Manurani merupakan hutan mangrove yang dibangun oleh Pemerintah Desa Binusan. Namun banyak yang belum mengetahui asal muasal nama wisata hutan mangrove tersebut dinamakan Yaki Manurani.

Wisata mangrove ini merupakan nama pemilik lahan yaitu Manurani yang juga pemangku adat Tidung, dalam bahasa TIdung Yaki berarti Ka’i (Kakek), dikarenakan beliau (pemilik lahan) adalah pemangku adat dan dihormati oleh masyarakat Tdung  sehingga nama wisata hutan mangrove tersebut dinamakan Yaki Manurani.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  KC Bankaltimtara Segera Berkantor di Banhub Kaltara di Jakarta

Wisata hutan mangrove ini seluas 6 hektare, 2 hektare merupakan hibah dari warga bernama Agus Haryanto, sedangkan 4 hektarenya dihibahkan oleh Yaki Manurani.

Kepala Desa Binusan, Rudihartono menyebutkan, nama wisata tersebut diberikan nama dari pemilik lahan Yaki Manurani ayah dari bapak Taufik pemangku adat Tidung Sei Fatimah, yang menghibahkan kepada Pemerintah Desa Binusan.

Baca Juga:  Apel Sinergitas TNI-Polri Wujudkan Situasi Kondusif di Wilayah Kabupaten Nunukan

“Kita menghormati dan menghargai beliau, karena telah menghibahkan lahannya sehingga kita jadikan nama beliau untuk selalu dikenang saat kita berkunjung ke hutan mangrove, jadi nama Yaki Manurani merupakan pemangku adat Tidung dan pemilik lahan yang menghibahkan lahannya seluas 4 hektare untuk kita bangun wisata hutan mangrove,” ujarnya.

Baca Juga:  Nenek Atirah Setelah Berusia 50 Tahun Baru Memiliki e-KTP

Menurut Rudi, nama Yaki Manurani tentu akan menjadi sejarah untuk kedepannya hingga anak cucu, khususnya keluarga Yaki Manurani.

“Ini akan menjadi sejarah baru di Desa Binusan dan akan menjadi kisah inspiratif bagi anak cucu nanti, karena jasa beliau sangat mendukung Pemerintah Desa dengan menghibahkan lahannya seluas 4 hektare,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *