Bea Cukai Nunukan Musnahkan Barang Hasil Sitaan Bernilai Rp. 74,148 Juta

Ribuan Batang rokok di Musnahkan KPPBC Nunukan,

NUNUKAN-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan musnahkan Barang milik Negara (BMN) hasil sitaan KPPBC Nunukan bekerja sama dengan Lanal Nunukan tahun 2020. Pemusnahan barang yang di taksir Rp.74.148.800 ini di lakukan di Kantor KPPBC Nunukan, Kamis 4 Maret 2021.

Adapun barang hasil sitaan yang disetujui kepala Kantor Kekayaan Negara dan Lelang Tarakan nomor S-03/MK.6/WKN.13/KNL.04/2021 tanggal 17 Februari 2021 terdiri dari 364 Botol Minuman Keras, 45.492 batang rokok serta ratusan Kosmetilk, bahan kimia dan obat-obatan.

Ribuan batang rokok ini di musnahkan dengan cara dibakar,sedangkan Minuman keras di tuang kedalam tong dan dilarutkan ke tempat pembuangan akhir, sementar kosmetik dan Obat-obatan kimia di pendam (ditimbun) ke dalam tanah.

Kepala KPPBC Nunukan M. Solafuddin mengatakan, barang yang kita musnahkan ada delapan jenis yaitu, Minuman keras yang mengandung etil alkohol berasal dari Malaysia, ada pita tetapi pita cukai Malaysia. Menurut anggapan kami Minuman keras ini ilegal karena belum dilengkapi dengan pita cukai Indonesia. Kemudian beberapa rokok yang berhasil kita amankan karena tidak memiliki pita cukai. “rokok ini berasal dari pulau Jawa yang dipasarkan di Nunukan, karena kita dapatkan tidak ada pita cukainya kemudian kita lakukan penindakan,” jelas M Solafuddin.

Kakanwil, dr Rusmanhadi (tengah) kepala Bea Cukai Nunukan M Solahfuddin (kedua dari kanan) bersama beberapa perwakilan Instansi melakukan pemusnahan minuma keras.

Ia juga menyebutkan beberapa kosmetik yang berhasil disita dan di musnahkan merupakan kosmetik asal Malaysia yang dikirim ke Nunukan.

“Kosmetik ini rencananya akan dikirim lagi ke luar Nunukan, oleh itu kita lakukan penindakan terhadap kosmetik-kosmetik ini. Penindakan kita lakukan karena kosmetik dan bahan kimia asal Malaysia ini belum memiliki izin Badan Pengawas obat dan Makanan (BPOM), tentu ini sangat membahayakan bagi kesehatan manusia karena belum ada uji dari Laboratorium BPOM,” tuturnya.

Baca Juga Dong:  Pemkab Nunukan Sampaikan 280 Usulan dalam Musrenbang RKPD Provinsi Kaltara Tahun 2022

Menurutnya, tindakan kegiatan penindakan terhadap barang ilegal tersebut, sebagai tugas dan funsinya comunity protektor terhadap barang-barang berbahaya, yang merusak lingkungan dan barang yang merusak kesehatan tubuh manusia.

“Pemusnahan ini adalah pemusnahan yang pertama kali kita lakukan di tahun 2021, dengan tindkkan ini tentu harapan kita partisipasi dari unsur instansi pemerintah terkait dan khususnya masyarakat untuk terus meningkatkan sinergi dalam mengamankan hak-hak penerimaan negara maupun dalam melindungi negara dari masuknya barang-barang berbahaya yang berasal dari luar negeri,” Pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan