Bea Cukai Nunukan Musnahkan BMN Hasil Penindakan 2020-2022

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, Kalimantan Utara, melakukan pemusnahan barang milik negara (BMN) dari hasil penindakan sepanjang 2020-2022 senilai hingga ratusan juta rupiah.

Plh. Kepala kantor Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, Agus Cahyono mengemukakan barang-barang tegahan hasil penindakan tersebut merupakan sinergi Bea Cukai Nunukan dengan Satgas Pamtas, Polres Nunukan, KSKP Nunukan dan Lanal Nunukan.

“Barang Milik Negara tersebut sudah diverifikasi dan sudah diperiksa oleh Bea Cukai dan Kantor Pelayanan Lelang dan Negara, karena barang-barang BMN ini dilihat kemanfaatannya,”

“Apakah bermanfaat atau melanggar larangan pembatasan, ada yang harus lakukan sesuai dengan prosedur. Kalau melanggar pembatasan kita musnahkan, namun jika bermanfaat maka bisa kita tetapkan sebagai Barang Milik Negara untuk instansi tertentu. Namun yang dimusnahkan ini manfaatnya sangat merugikan bagi masyarakat baik dari kesehatan, Perdagangan dan ekonomi,” ujar Agus Cahyono.

Baca Juga:  Wujudkan ASN Kaltara Berintegritas dan Profesional

Barang Milik Negara hasil penindakan atas pelanggaran atas pelanggaran ketentuan di bidang cukai penindakan sebanyak 1.068 botol, 788 kaleng dan 11 jerigen minuman alkohol bermerek Guinness, Beer Bintang, Black Jack dan merek lainnya, Tembakau merk SP86, Luffman, Coffe Stik dan berbagai merek lainnya sebanyak 43.837 pcs.

Sedangkan BMN kategori larangan atau pembatasan yakni Kosmetik yang tidak memiliki izin BPOM sebanyak 200 set dan 7.866 pcs serta obat-obatan sebanyak 192 pcs.

Termasuk Ball press atau pakaian bekas sebanyak 48 karung, tas, dompet sepatu dan termos sebanyak 100 pcs.

Baca Juga:  Study Tour, Kalapas Ingatkan Pelajar SMAN 1 Tidak Terjerumus Dalam Pelanggaran Hukum

“Potensi kerugian negara yang ditimbulkan dari hasil penindakan barang-barang tersebut sebesar lebih dari Rp. 861 juta,” sebut Agus.

Agus mengungkapkan, pemusnahan ini merupakan wujud dari komitmen Kantor Bea Cukai Nunukan untuk menjalankan fungsi Bea dan Cukai sebagai Community Protector dalam menjaga wilayah perbatasan dan melindungi masyarakat dari penyelundupan atau perdagangan ilegal yang memiliki dampak terhadap kesehatan masyarakat, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Harapannya pemusnahan ini memberikan edukasi kepada masyarakat terkait ketentuan kepabeanan dan Cukai, serta semakin memperkuat sinergi dengan seluruh unsur instansi pemerintah dan aparat hukum di wilayah perbatasan dalam mengamankan hak-hak penerimaan negara maupun dalam melindungi masyarakat Indonesia dari masuknya barang-barang berbahaya yang berasal dari luar negeri,” harap Agus Cahyono.

Baca Juga:  Nenek Atirah Setelah Berusia 50 Tahun Baru Memiliki e-KTP

Sementara itu, Kasi Penindakan dan Penyelidikan Bea Cukai Nunukan Odda menerangkan, barang yang dimusnahkan ini merupakan hasil penindakan Bea Cukai Nunukan dan hasil penindakan bersama Aparat Penegak Hukum (APH).

” Penindakan ini kita lakukan ada di darat dan di laut dengan mengunakan Kapal Patroli Bea Cukai dan juga Perbatasan di Aji Kuning. Jadi kita mengutamakan sinergi bersama aparat penegak hukum di kabupaten Nunukan,” tambahnya.

Untuk diketahui seluruh barang itu dimusnahkan di halaman Kantor Bea Cukai Nunukan, untuk minuman keras dan kosmetik dimusnahkan dengan cara dilindas mengunakan alat berat, sedangkan rokok musnahkan dengan cara dibakar. (RI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *