Berkas Pendaftaran Bacaleg Gelora Ditolak KPU Nunukan, Begini Penjelasan KPU

Print Friendly, PDF & Email


NUNUKAN-Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Nunukan menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon legislatifnya pada hari Minggu (14/5) pukul 17.47 wita, namun saat diverifikasi Gelora harus terpaksa untuk memperbaiki.

Setelah melakukan perbaikan, pada pukul 23. 30, Gelora kembali menyerahkan berkas namun saat diverifikasi KPU, berkas fisik yang dibawa tidak sesuai dengan data pada sistem informasi pencalonan (Silon), sehingga Gelora kembali melakukan perbaikan hingga melewati batas akhir pendaftaran, sehingga berkas pendaftaran partai bernomor urut 7 itu dikembalikan KPU Nunukan.

Bacaan Lainnya

Komisioner KPU Nunukan, Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Mardi Gunawan menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan data yang tertera pada Silon dan data fisik yang dibawa, ada yang tidak sesuai sehingga pendaftaran bacaleg yang diajukan partai Gelora ke KPU dinyatakan dikembalikan untuk lengkapi.

Namun,  Gelora melewati batas akhir pendaftaran sebagaimana diatur di dalam PKPU 10 tahun 2023.

Pada pasal 32 PKPU, diatur terkait kesesuaian antara bukti fisik dan Silon, sedangkan untuk Gelora sendiri ada berkas fisik yang tidak sesuai dengan data di Silon.

“Berdasarkan pasal 35, melakukan perbaikan sebenarnya sudah kita berikan waktu untuk melakukan perbaikan, akan tetapi kita lihat lagi pada pasal 40 terkait batas waktu pendaftaran berdasarkan juknis ,sehingga berkas pendaftaran Bacaleg partai Gelora kita kembalikan,” terang Mardi.

Berkaitan dengan dikembalikannya berkas pendaftaran partai Gelora, KPU juga telah mengeluarkan Berita Acara (BA) status atas pendaftaran pengajuan bacaleg. KPU juga menyerahkan sepenuhnya kepada partai tersebut terkait langkah aa yang akan di tempuh partai berlogo gelombang tersebut.

Sementara Wakil Ketua DPD Partai Gelora Nunukan, Iswan saat ditemui menuturkan pihaknya mengakui ada beberapa kesalahan pada berkas fisik yang dibawa ke KPU dengan yang terdata pada Silon, sehingga dilakukan perbaikan.

Dia menyebutkan, di dalam Silon untuk Dapil 1 terdata nomor urut 8, sedangkan pada berkas fisik yang kita bawa itu nomor 9,  sehingga tidak sesuai dan kita sudah lakukan perbaikan akan tetapi batas waktu pendaftarannya sudah selesai.

“Makanya dari KPU berikan kita Berita Acara pengembalian untuk dilengkapi, kalau dari kita berita acara ini akan kita bawa ke Bawaslu,” kata Iswan.

Dengan dikembalikan berkas Gelora tersebut, Iswan berharap ada solusinya yaitu perpanjangan waktu pendaftaran bacaleg dari KPU kepada partainya.

“Kita berharap ada perpanjangan waktu pendaftaran bacaleg yang nantinya bisa di berikan KPU kepada Gelora dalam mediasi. Kami berencana akan ke Bawaslu Nunukan untuk sementara konsultasi,” ujarnya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *