BI Perwakilan Kaltara Launching Pasar Siap QRIS Liem Hie Djung, Apakah Itu QRIS ?

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Nunukan melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Launching Pasar Siap QRIS, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pasar Liem Hie Djung Nunukan. Rabu (16/11).

Kegiatan kali ini dibuka oleh Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah dan dihadiri oleh Manajer Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Yudha Pradana, Kepala DKUKMPP Sabri, serta perwakilan Bank BNI, Bank BRI, BankKaltimtara, Bank Danamon, Bank BSI, dan pengelola pasar dan para pedagang pasar Liem Hie Djung.

Bacaan Lainnya

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kaltara melaksanakan kegiatan sosialisasi dan launching Pasar Siap QRIS dalam rangka mengakselerasi dan memperluas penggunaan QRIS serta mendukung perluasan digitalisasi di Kab. Nunukan.

Mungkin masih banyak yang belum mengetahui tentang QRIS. QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah Standar QR code pembayaran untuk sistem pembayaran dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Baca Juga:  KC Bankaltimtara Segera Berkantor di Banhub Kaltara di Jakarta

Bank Indonesia mendukung pembayaran menggunakan QRIS ini untuk mewujudkan visi sistem pembayaran Indonesia 2025, sehingga diperlukan dukungan inovasi bagi pengembangan ekonomi digital. Bank Indonesia juga melihat manfaat cara pembayaran tersebut untuk mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif dan memajukan UMKM.

Sebelum membuka secara resmi kegiatan sosialisasi dan Launching tersebut, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah menyampaikan sambutannya.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh warga Kabupaten Nunukan, tentunya para pedagang dan UMKM, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia yang sudah memulai QRIS ini di Kabupaten Nunukan. Ini merupakan suatu bentuk kita ingin membawa masyarakat kita ke masyarakat yang lebih modern.” ujarnya.

Hanafiah juga mengatakan bahwa di era modern dan digitalisasi seperti saat ini masyarakat Nunukan tidak boleh ketinggalan. Karen saat ini masyarakat semua banyak yang menggunakan Smart Phone, sehingga bisa di gunakan untuk mencapai era modern saat ini.

Baca Juga:  Kolaborasi Komunitas dan Pengusaha Bantu Korban Banjir Pare-Pare

“Semoga dengan adanya QRIS ini, pendapatan para pedagang dan UMKM semakin meningkat, karena orang belanja semakin mudah, sehingga dapat menarik dirinya untuk membelanjakan sesuatu dikarenakan adanya kemudahan”, ungkapnya.

Hanafiah juga berharap kepada para pedagang dan UMKM agar tetap menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran, karena QRIS merupakan program Pemerintah dan saat ini Kabupaten Nunukan juga menuju Kabupaten Smart City. Sehingga diharapkan nantinya semua transaksi bisa menggunakan alat digital, karena cukup mudah dan efisien.

Dalam kesempatan ini Manajer Unit Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Yudha Pradana bahwa saat ini kita memasuki era digitalisasi dan jangan sampai ketinggalan, karena Nunukan ini merupakan wilayah paling utara di Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

“Walau kita yang paling ujung tapi kita harus jadi yang terdepan, maka perekonomian kita juga harus terdepan, para pedagang kita juga harus terdepan, UMKM kita juga harus yang terdepan, oleh karena itu kita jangan pernah ketinggalan. Dengan teknologi baru ini, QRIS bisa membuka kesempatan, bisa meningkatkan pasar”, ujar Yudha.

Baca Juga:  BPKP Perwakilan Kaltara Gelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa

Yudha juga mengatakan bahwa saat ini Smart Phone sangat dibutuhkan, karena selain sebagai alat komunikasi Hand Phone juga bisa dipakai sebagai alat transaksi pembayaran.

Dalam kesempatan itu pula, Yudha juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kab.nunukan.

“Melalui Dinas DKUKMPP yang telah bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk melaunching pasar siap QRIS di pasar Liem Hie Djung Nunukan ini, dan ini merupakan kerja keras bapak dan ibu di Pemerintah Daerah. Saya tidak menyangka ternyata hampir 50% pedagang di pasar Liem Hie Djung ini sudah menggunakan QRIS, jadi sudah siap dan memenuhi syarat untuk dijadikan pasar siap QRIS, karena para pedagang di pasar Liem Hie Djung ini selain menerima uang tunai juga bisa menerima QRIS. Saya juga mengucapkan selamat atas kerja keras PerBankan dan Pemerintah Daerah Kab. Nunukan”, ungkapnya.

Di akhir kegiatan Bank Indonesia juga membagikan Doorprize kepada para Pedagang dan UMKM pasar Liem Hie Djung. (Prokompim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *