BP2MI Lakukan Razia di Sebatik, 10 Orang Asal Sulawesi Selatan di Amankan

Kepala UPT BP2MI Nunukan memberikan Pengarahan terhadap 10 penumpang yang di amankan.

NUNUKAN-Unit Pelaksana Teknis  Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)  Kabupaten Nunukan melaksanakan operasi TKI yang akan masuk ke Malaysia secara ilegal.

Operasi ini dilaksanakan selama tiga hari, sejak minggu hingga hari Selasa di Pulau Sebatik.

Bacaan Lainnya

Operasi PMI yang dilaksanakan sejak tanggal 6-8 Juni 2021, dipimpin langsung Kepala UPT BP2MI Nunukan Kombes Pol Viktor Hotma Sihombing didampingi Arbain, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat bersama Petugas BP2MI dan Personil Polsek Sebatik dibantu petugas Syahbandar menjaga ketat Pelabuhan Sungai Nyamuk yang diduga menjadi jalur untuk persinggahan tki ilegal.

Terpantau, KM Sabuk Nusantara 97 menjadi target razia yang memuat penumpang dari Sulawesi Selatan tujuan Sebatik, beberapa penumpang yang turun langsung di periksa satu persatu dan diintrogasi oleh aparat Kepolisian.

Victor Hotma Sihombing mengatakan pihaknya menerjunkan 17 orang untuk melakukan razia dengan dibantu Personil Polsek Sebatik Timur dan Syahbandar.

“Kita melaksanakan operasi ini dengan memeriksa penumpang asal Sulawesi Selatan, kita periksa yang mengunakan KTP luar Nunukan hal ini guna mencegah masuk nya tki ilegal melalui Sebatik,” jelas Hotma, Selasa (8/6).

Lanjut dia, Sejak pukul 3 sore kita melakukan pemeriksaan identitas penumpang kapal sabuk Nusantara 97.

“Ada sekitar 17 orang penumpang yang ketika mereka turun kita periksa identitasnya kalau mereka yang memiliki KTP domisili di wilayah sebatik, maka yang bersangkutan  kita persilahkan untuk melanjutkan perjalanan. Tapi apabila ktp-nya domisilinya berada di luar wilayah sebatik atau Nunukan, maka kita bawa untuk kita dalami apa keperluan bersangkutan berada di sebatik ini,” kata Victor.

Baca Juga Dong:  Terapkan Sistem Pelayanan Berbasis Elektronik, Pemprov Kaltara mulai Sertifikasi Tanda Tangan Elektronik pada Sistem Pelayanan

Dia menuturkan, langkah yang dilakukan untuk mencegah keberangkatan warga Indonesia ke Malaysia melalui jalur samping. “kita menjaga dan mencegahwarga kita masuk  melalui jalur samping  ke Malaysia. Karena saat ini Malaysia sedang memperketat penjagaan di perbatasan nya dan juga upaya kita untuk mencegah warga kita menjadi korban eksploitasi atau tindak  pidana perdagangan orang maupun jadi target dikejar-kejar oleh aparat di Malaysia,” tambahnya.

Adapun data yang di terima sebanyak 10 orang berhasil diamankan karena menguakan KTP nya domisili nya diluar pulau Nunukan.  10 orang tersebut  diamankan saat turun dari kapal Sabuk Nusantrara 97.

“Saat kita meminta keterangan, yang  bersangkutan  tidak bisa membuktikan keperluan nya apa berada di sebatik, sehingga yang bersagkutan akan kita bawa ke Nunukan, ke kantor kita untuk kita tampung dan nanti kita pulang kan ke daerah asal nya, itu yang  kita lakukan  dalam rangka mencegah mereka berangkat secara ilegal ke wilayah Sabah Malaysia,” terangnya.

Dalam operasi tersebut belum ditemukan indikasi  ada nya pengurus-pengurus yang menfasilitasi 10 orang yang diamankan untuk mebantu memberangkatkan secara ilegal.

Viktor meengingatkan kepada seluruh penumpang yang diamankan, agar bahwa di masa  pandemic COVID-19 ini pihak Malaysia memperketat penjagaan di perbatasan, oleh karena itu dia berpesan kepafa kepada calon penumpang tki ilegal untuk tidak memaksakan diri masuk secara ilegal ke Malaysia  karena dapat merugikan diri sendiri.

“Ruginya Masyarakat kita itu bisa menjadi korban tindak pidana perdagangan orang,  kemudian mereka bekerja karena tanpa dokumen bisa juga dikejar-kejar oleh aparat imigrasi maupun pihak di Malaysia, dan mereka bisa tidak dibayar oleh majikan dan juga mengalami tindak kekerasan ataupun  kerugian kerugian yang lainnya,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan