Bupati Nunukan Rilis Edaran Pelaksanaan Sholat Idul Fitri, Berikut Tiga Poin Pentingnya

Surat Edaran (SE) Bupati Kabupaten Nunukan Nomor :116/450/Setda-Humpro/V/2021

NUNUKAN- Bupati Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor :116/450/Setda-Humpro/V/2021 pada 10 Mei 2021. SE tersebut di tujukan bagi Camat, Lurah, Panitia pelaksana sholat Id dan Pengurus Masjid serta Masyarakat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Dalam surat edaran tersebut berisikan tiga poin penting, yakni Pelaksanaan malam takbiran di masjid dan mushola, pelaksanaan shalat idul fitri di masjid dan mushola, silahturahmi dalam rangka idul fitri hanya dilakukan bersama keluarga inti terdekat dan tidak mengelar open house atau halal bilhalal di lingkungan.

Bacaan Lainnya

Ketiga poin tersebut disampaikan Bupati Laura dengan memperhatikan surat edaran  Menteri Agama Republik Indonesia Nomor SE07 tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan Shalat Idul Fitri tahun 1442 Hijriah/2021 saat pandemi covid dan Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 10 tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penangganan covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran covid-19 serta hasil rapat kordinasi bersama seluruh instansi terkait di kabupaten Nunukan yang di gelar pada 10 Mei 2021 ada tiga point penting,”

Adapun tiga poin penting tersebut adalah:

  1. Malam takbiran dapat dilaksanakan di semua masjid dan mushola dengan ketentuan:
  • Dilaksanakan secara terbatasa maksimal 10 % dari kapasitas masjid dan mushala dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.
  • Kegiatan takbiran keliling tidak diperkenankan untuk mengantisipasi keramaian yang tiak terkendali.
  1. Pelaksnaan sholat idul Fitri di Wilayah Kabupaten Nunukan dapat dilakukan dengan ketentunan:
  • Dilaksanakan di masjid dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketak antara lain jamaaah mengunakan masker dengan baik selama pelaksanaan shalat Idul Fitri, dilakukan pengukuran suhu tubuh jamaah oleh Panitia untuk memastikan jamaah yang hadir dalam kondisi sehat, menjaga jarak aman dan minimal 1 meter antar jamaah dan mencuci tangan mengunakan sabun atau handsanitizer.
  • Jamaah shalat Idul Fitri membawa alat dan perlengkapan shalat dari rumah masing-masing.
  • Para lanjut usia (lansia), orang yang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan disarabkan untuk tidak menghadiri shalat Idul Fitri.
  • Khutbah Idul Fitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit.
  • Seusai pelaksanaan shalat Idul Fitri jamaah kembali ke rumah masing-masing dengan tertib dan menghindari jabat tangan dengan bersentuhan scara fisik.
  • Panitia pelaksana shalat Idul Fitri memastikan pelaksanaan protokol kesehatan dapat dilakukan dengan ketat antara lain dengan menyediakan masker untuk diberikan kepada jamaah yang tidak mengunakan masker, memasang tanda untuk jaga jarak melakukan pengukuran suhu dan memberikan himbauan kepada semua jamaaah untuk taat dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.
  1. Silahturahmi dalan rangka Idul Fitri hanya dilakukan bersama keluarga inti terdekat dan tidak mengelar kegiatan open house atau hala bilhalal dilingkungannya.
Baca Juga Dong:  DPUPR Nunukan Sosialisasikan Program BSRS, Ini Harapan Kades Binusan Bagi Penerima Bantuan

“Demikian surat edaran ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan serta disosialisasikan secara masif terutama kepada pengurus masjid dan panitia pelaksana shalat idul fitri 1442 hijriah di Kabupaten Nunukan,” tutur Laura. (**)

Tinggalkan Balasan