Diduga Depresi Karena Sakit, Pria di Nunukan Gantung Diri

Ilustrasi

NUNUKAN, Pembawakabar.com– Seorang pria berinisial L (54) ditemukan meninggal dunia dengan Gantung diri di rumahnya di Jalan Sei Fatimah RT 20, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (3/3/2025) pagi.

Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kasi Humas Polres Nunukan Iptu Sunarwan menjelaskan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga melaporkan kejadian itu ke Mako Polsek Nunukan sekitar pukul 08.20 Wita.

Bacaan Lainnya

“Setelah menerima laporan, Kapolsek Nunukan bersama piket penjagaan, piket Reskrim serta tim Inafis Polres Nunukan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP),” jelas Iptu Sunarwan.

Berdasarkan hasil olah TKP, korban ditemukan di dalam kamar mandi rumahnya dalam kondisi pintu terkunci dari dalam. Posisi korban tergantung menggunakan seutas tali nilon berwarna putih yang diikatkan pada balok gelagar kamar mandi.

Polisi juga menemukan lidah korban dalam keadaan menjulur dan tergigit. Di meja dapur, terdapat beberapa jenis obat milik korban yang terbungkus plastik warna hitam. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Korban diketahui berprofesi sebagai wiraswasta dan tinggal bersama dua anak perempuannya. Sementara istrinya sedang berada di kampung halaman di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, untuk menghadiri acara pernikahan keluarga,” jelas Sunarwan.

Dijelaskannya, salah satu anak korban M (15) mengaku sempat mendengar ayahnya keluar kamar sekitar pukul 04.00 Wita. Tak lama kemudian, ia mendengar suara seperti teriakan, namun tidak terlalu memperhatikan karena masih dalam keadaan mengantuk.

“Sekitar pukul 07.40 Wita, M berniat mandi, namun mendapati pintu kamar mandi tidak dapat dibuka karena terkunci dari dalam. Saat mengintip dari celah pintu, ia melihat ayahnya sudah dalam kondisi tergantung,”ungkap Sunarwan.

Lebih lanjut, Sunarwan menerangkan berdasarkan keterangan keluarga, korban telah lama menderita sakit komplikasi dan sering sakit-sakitan.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah tindakan, di antaranya mendatangi dan mengamankan TKP dengan memasang garis polisi, melakukan olah TKP, membawa jenazah ke RSUD untuk dilakukan visum et repertum (VER) mayat, serta meminta keterangan dari para saksi.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *