Disdikbud Gelar Rakor dan Sosialisasi Dana Bos, Kadis Janji Berikan Reward Kepada Sekolah yang Tepat Waktu

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Program Dana Bantuan Operasional Sekolah yang diikuti kurang lebih 500 Kepala Sekolah, Bendahara dan Operator tingkat SD dan SMP Se Kabupaten Nunukan.

Rakor dan Sosialisasi Dana Bos yang dilaksanakan di Paras Perbatasan selama dua hari 21-22 Januari 2020 ini dihadiri narasumber yakni Kejaksaan, Inspektorat, Polres dan Badan Keuangan Nunukan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sendiri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan , H Junaidi, SH menuturkan, Kegiatan Rapat Kerja Kordinasi dan Sosialisasi tentang tindak lanjut Bosnas, Bosrek dan Bos Afirmasi tahun 2020 ini proses pencairannya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan langsung ke Rekening sekolah masing-masing baik tingkat SD maupun SMP.

Adanya Sinkronisasi rapat, bagaimana kami mempunyai beban dan tanggung jawab moral, agar Para Kepala Sekolah faham dengan tanggung jawabnya mengunakan anggaran BOSNas dan BOSDa tersebut.

“Artinya sesuai mengunakan anggaran yang betul-betul mereka pertanggungjawabkan dan melengkapi proses administrasi dalam hal perbelanjaan operasional,”Jelas Junaidi.

Pria yang akrab disapa Juned ini menyebutkan, Narasumber yang kami percayakan untuk mengisi materi agar para kepala sekolah lebih berhati-hati, yaitu Kejaksaan, Kepolisian, Inspektorat dan dari dinas Pendidikan sendiri. Ini kita maksudkan sehingga ada panduan untuk mereka menjalankan pertanggung jawaban lebih baik dan sempurna.

Pertanggungjawaban itu harus tepat waktu, sehingga kami di dinas pendidikan tidak kalang kabut. Karena BPK melakukan pemeriksaannya ke Kita bukan ke Sekolah, oleh itu tindak lanjut yang kami lakukan dengan jemput bola dan memantau sehingga jika ada halangan kami bisa mengetahui persoalannya.

“Jadi seiap sekolah itu harus mempelajari Juknis atau petunjuknya apalagi di tahun 2020 ini kemungkinan ada juknis tersendiri yang terbaru karena proses pencairannya,” Jelas Junaidi.

Baca Juga Dong:  Gubernur Perjuangkan Konektifitas Antar Kabupaten di Kaltara

Junaidi mengharapkan, Kepala Sekolah, Bendahara dan operator lebih sinkron atau satu suara.

Dia menuturkan, Saya selaku kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Nunukan punya beban meskipun dananya di rekening sekolah masing-masing dan belanjakan, namun dampaknya ke titik akhirnya di Dinas Pendidikan.

“Bagi Kepala sekolah yang rutin membuat laporan Pertanggungjawaban tepat waktu, saya akan memberikan reward untuk tahun 2020 ini,”Ungkap Junaidi. (PK-1)

Tinggalkan Balasan