HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Bendera Merah Putih Sepanjang 10.000 Meter Dibentangkan

Print Friendly, PDF & Email

SEBATIK-Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, Forum Masyarakat Sebatik Indonesia (FMSI) yang di inisiasi Badan Inteligen Strategis (BAIS) TNI melakukan Pembentangan Bendera Merah Putih di atas  perairan Indonesia sepanjang 10.000 meter dengan mengunakan 150 Perahu nelayan dan Speedboat dan melibatkan masyrakat dan Anak Pramuka,petugas Lapas dan WBP dan LSM Panjiku.

Pembentangan bendera merah putih tersebut ditarik mengunakan Speedboat Dedy Yevri Sitorus engan anggota DPR RI dapil Kalimantan Utara dari Pelabuhan Posal Sei Pancang hingga akhir titik 10.000 meter hingga perairan Sei Bajau dengan diikuti 150 Perahu dan Speedboat.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  KC Bankaltimtara Segera Berkantor di Banhub Kaltara di Jakarta

Dedy Yevri Sitorus mengatakan, baru pertama kali mengikuti HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Perbatasan, dikarenakan sejak dilantik pada 2019 lalu. Namun saat masuk 2020 Pandemic covid-19 melanda Negeri ini.

“Kali ini saya ikut upacara 17 agustus di Kalimantan Utara karena kami dilantik anggota DPR RI bulan Oktober 2019 dan 2020 itu sudah langsung pandemi, jadi dua kali 17 agustus kan kita tidak merayakan secara langsung seperti. Memang dari awal tekad saya kalau 17 Agustus itu harus di Perbatasan, makanya kemarin kita berencana kalau tidak di Krayan atau di Sebatik, alhamdulillah Kami punya rezeki untuk bisa bersama-sama masyarakat, bersama bapak-bapak para pelindung kita di Sebatik merayakan 17-an dan ini saya kira penting, Kenapa karena kita masih tetap ingin memastikan komitmen Pemerintah dalam rangka mendorong percepatan pembangunan di daerah perbatasan,” ujar Deddy.

Baca Juga:  Bea Cukai Nunukan Musnahkan BMN Hasil Penindakan 2020-2022

Dia menuturkan, karena kita bertekad bahwa perbatasan itu bukan lagi halaman belakang tetapi menjadi beranda depan dari NKRI.

“Setelah ini kan kita akan mengadakan acara pembentangan bendera 10.000 meter dan itu akan masuk rekor muri, tetapi karena kemarin kita, kurang kepastian pelaksanaannya sehingga para pengerak muri tidak bisa hadir pada hari ini. Tetapi ini tetap akan di dokumentasikan dan nanti kita atur waktunya untuk mereka datang menyerahkan piagam rekor itu, dalam bulan Agustus ini,” tambahnya.

Menurutnya, ketika Pak Jokowi menang tahun 2014 beliau mempunyai koridor membangun dari pinggiran dan memperhatikan daerah-daerah  Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T). Itu sudah dibuktikan oleh Beliau dengan membangun empat PLBN,  di Sebatik dan demikian juga di Kalimantan Barat termasuk di Papua dan kita sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah untuk daerah perbatasan.

Baca Juga:  Dansatgas Pamtas Yonif 621/Manuntung Terima 2 Pucuk Senjata Penabur dari Masyarakat

“Sebentar lagi kawasan industri dan pelabuhan internasional serta PLTA Sungai Kayan dan PLTA di Sungai Mentaram juga akan mulai berproses dan itu akan menjadi pendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita di perbatasan, karena tanpa dorongan ekonomi maka kita akan terus tertinggal. Sementara daerah Kalimantan Utara ini sangat penting secara geo politik maupun geostrategi ini jadi pasti akan kita dorong terus pembangunannya,” jelasnya.

Dia menyebut, sebenarnya mau menunjukkan bahwa walaupun kita jauh di Perbatasan kurang akses dan namanya pembiayaan tetapi rasa nasionalisme kita tetap terpelihara terjaga dan itu akan memberikan pesan kepada pemerintah pusat bahwa walaupun kita masih tertinggal dan kurang perhatian.

“Yah itu tetap harus menjadi focus dari pemerintah yang akan datang dan pemerintahan hari ini,” pungkasnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *