Ini Kisah Nunukan, Mengapa 12 Oktober Ditetapkan Sebagai HUT Kabupaten Nunukan

Alun-Alun Kabupaten Nunukan
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com-Kabupaten Nunukan gena berusia 22 tahun hari ini tepatnya 12 Oktober 2021. Dalam sejarahnya, Sebelum dimekarkan menjadi Kabupaten Nunukan, awalnya Kabupaten Nunukan merupakan Kecamatan Nunukan di bawah Pemerintahan Kabupaten Bulungan sejak itu,

Kabupaten Nunukan  dimekarkan  dari Kabupaten Bulungan, yang terbentuk berdasarkan pertimbangan luas wilyah, peningkatan pembangunan, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Pemekaran Kabupaten Bulungan ini di pelopori oleh Kolonel R.A. Besing yang pada saat itu menjabat sebagai Bupati Bulungan.

Bacaan Lainnya

Pada tahun 1999, pemerintah pusat memberlakukan otonomi daerah dengan didasari Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, dengan dasar itulah dilakukan pemekaran pada Kabupaten Bulungan menjadi 2 kabupaten baru lainnya, yaitu Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau.

Pemekaran Kabupaten ini secara hukum diatur dalam UU Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat dan Kota Bontang pada tanggal 4 Oktober 1999.

Bagaiamana sehingga 12 Oktober menjadi Hari Ulang Tahun Nunukan yang bertepatan hari?

Seiring terbentuknya Kabupaten Nunukan, dilakukan pula pelantikan penjabat Bupati Nunukan pertama, yaitu Drs. Bustaman Arham, pada tanggal 12 Oktober 1999 di Jakarta. Selanjutnya tanggal 28 Desember 1999 dilanjutkan dengan pelantikan 20 orang anggota Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nunukan hasil Pemilihan Umum tahun 1999. Para Legislator tersebut berasal dari Partai Golkar, PDIP, PPP dan PAN.

Visi dan Misi

Setelah terbentuknya Kabupaten Nunukan inilah visi-misi Kabupaten Nunukan

Baca Juga Dong:  Gubernur Perjuangkan Konektifitas Antar Kabupaten di Kaltara

Visi Jangka Menengah yang diusung oleh Kepala Daerah terpilih yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota/Kabupaten adalah :

“Menjadikan Kabupaten Nunukan Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Agrobisnis Menuju Masyarakat yang Maju, Aman, Adil, dan Sejahtera ”

Berdasarkan visi tersebut, ditetapkan misi Pembangunan sebanyak tujuh misi:

  1. Mewujudkan Kabupaten Nunukan tiga pintu gerbang pembangunan.
  2. Mewujudkan pemerintahan Kabupaten Nunukan yang professional , partisipasif, bersih dan bertanggung- jawab.
  3. Meningkatkan kualitas pelayanan bidang kesehatan , pendidikan dan sosial dasar lainnya dengan pendayagunaan IPTEK.
  4. Meningkatkan perekonomian daerah yang berdaya saing dengan mengutamakan partisipasi masyarakat yang seluas-luasnya.
  5. Meningkatkan sarana dan prasarana publik pada kawasan pertumbuhan.
  6. Terwujudnya penatan kawasan perbatasan dan terbukanya isolasi daerah tertinggal.
  7. Mewujudkan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat dengan mengutamakan supremasi hukum.

Kondisi Wilayah

Kabupaten Nunukan merupakan satu di antara 5 kabupaten/kota di Propinsi Kalimantan Utara, dengan luas wilayah sebesar 14.263,68 km2. Berdasarkan geografisnya, Kabupaten Nunukan terletak di wilayah paling Utara Kalimantan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu Malaysia, tepatnya pada posisi 3o 30’ 00” – 4o 24’ 55 Lintang Utara dan 115o 22’30’’ – 118o 44’55’’ Bujur Timur.

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 14.493 km² dan berpenduduk sebanyak 140.842 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010).

Batas-batas wilayah Kabupaten Nunukan terdiri dari Sebelah Utara : Negara Malaysia Timur – Sabah, Sebelah Timur : Laut Sulawesi dan Selat Makassar, sebelah Selatan : Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau, Sebelah Barat : Negara Malaysia Timur – Serawak.

Kemudian berdasarkan UU Nomor 47 tahun 1999 tersebut Nunukan resmi menjadi kabupaten dengan 5 wilayah administratif, yakni Kecamatan Lumbis, Kecamatan Sembakung, Kecamatan Nunukan, Kecamatan Sebatik,Kecamatan Krayan.

Lalu, pada tahun 2003 terjadi tragedi kemanusiaan besar-besaran di Nunukan ketika para pekerja gelap asal Indonesia yang bekerja di Malaysia dideportasi kembali ke Indonesia melalui Kabupaten Nunukan. Sejak tahun 2012, kabupaten ini merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Utara, seiring dengan pemekaran provinsi baru tersebut dari Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga Dong:  Buka Gelar Karya P4, Bupati Laura Minta Pancasila Jangan Hanya Dihafalkan Saja

Daftar Kepala Daerah

  1. Drs. Bustaman Arhah menjabat sebagai Pj Bupati pada tahun 1999 – 2001
  2. H. Abdul Hafid Achmad menjabat sebagai Bupati pada tahun 2001 – 2011 dengan wakil Bupati Drs. Kasmir Foret (Alm).
  3. H. Basri menjabat sebaga Bupati pada tahun 2011-2016 dengan wakil Bupati Hj. Asmah Gani (Alm)
  4. Hj. Asmin Laura Hafid Sebagai Bupati Nunukan 2016-2020 dengan wakil Bupati H. Faridil Murad (Alm).
  5. Hj. Asmin Laurah Hafid sebagai Bupati Nunukan sekarang dengan wakil Bupati H. Hanafiah.

Demikian sedikit ulasan sejarah singkat Kabupaten Nunukan. (Wikipedia/Pembawakabar.com)

Tinggalkan Balasan