Jambore Kerukunan Antar Umat Beragama Resmi Ditutup

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN – Setelah dua hari dilaksanakan kegiatan kemah Jambore Kerukunan Antar Umat Beragama, Staf Ahli Bidang SDM dan Kesra Setda Kabupaten Nunukan Masniadi, S.Hut., M.AP, mewakili Bupati Nunukan resmi menutup jambore tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Gereja Santo Petrus Kampung Lodres Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Sabtu malam (1/10).

Hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Kab. Nunukan Andre Pratama, Kepala kantor Kementerian Agama Kab. Nunukan beserta jajarannya, Perwakilan Ketua FKUB Kabupaten Nunukan, Camat Se-pulau Sebatik tengah, Kepala Desa se-pulau Sebatik, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Danpos Pamtas 621/ Manurung, serta masyarakat kampung Lodres.

Baca Juga:  Harapan Baru di Tahun Kelinci, Gubernur Tutup Rangkaian Festival Imlek

Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Masniadi menyampaikan pesan agar acara seperti ini dapat kita laksanakan kembali di masa – masa mendatang, sehingga hubungan antara umat beragama di Kabupaten Nunukan semakin harmonis, sebagai modal berharga bagi pemerintah dalam melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.

Masniadi juga mengatakan bahwa perbedaan Agama dan keyakinan tidak harus membuat kita menjadi terpisah dan terpecah belah. Pengalaman bahwa perbedaan adalah satu anugrah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang harus terus kita syukuri, dan kita jadikan sebagai peluang untuk saling melengkapi dan menyempurnakan satu dengan yang lain.

Baca Juga:  Gubernur Silaturahmi dengan Masyarakat Perbatasan

Pengalaman sewaktu sama – sama, duduk dan berdiskusi bersama, dan bermain bersama.

“Saya yakin akan menjadi kenangan yang terus melekat di hati dan benak dari seluruh peserta jambore. Kenangan – kenangan yang terbangun itu diharapkan akan makin menguatkan jalinan persaudaraan diantara para peserta jambore, sehingga kita menjadi lebih kuat, dan tidak mudah termakan oleh provokasi – provokasi dari orang – orang yang tidak bertanggung jawab, provokasi dari pihak – pihak yang hanya menginginkan suasana di kabupaten Nunukan menjadi kacau dan tidak kondusif.,”jelasnya.

Untuk itu atas nama pemerintah kabupaten Nunukan mewakili Bupati, Staf Ahli Masniadi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus kampung kerukunan umat beragama di desa Sungai Limau, kecamatan Sebatik tengah Yang telah berhasil menggelar jambore kerukunan antara umat beragama kali ini.

Baca Juga:  MD KAHMI dan Forwati Kabupaten Nunukan Dilantik, Begini Harapan Bupati Laura

“Saya berharap, suasana kehidupan masyarakat di desa sungai limau yang begitu rukun dan damai selama ini mudah – mudahan dapat terus kita jaga dan pertahankan di masa – masa mendatang. Suasana kerukunan dan saling toleransi itu harapnya juga dapat menjadi contoh bagi desa – desa yang lainya, sehingga secara keseluruhan suasana kehidupan masyarakat di kabupaten Nunukan dapat semakin kondusif. (Prokompim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *