Jelang Akhir Tahun, 20 Napi Lapas Kelas II B Nunukan Mendapatkan Bebas Bersyarat

NUNUKAN-Sebanyak 20 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Nunukan dinyatakan bebas bersyarat, Selasa (31/12/19).

Hal tersebut usai pelaksanaan Crash Program Percepatan pembebasan bersyarat dan Cuti bersyarat Menjelang Bebas Serta Pembebasan Bersyarat Bagi Narapidana di Lapas Kelas II B Nunukan.

Kalapas Nunukan, Pujiono Slamet mengatakan, Kami dari Lapas Nunukan melakukan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, melakukan Crash Program yaitu program Percepatan pembebasan bersyarat dan Cuti bersyarat bagi warga binaan permasyarakatan yang telah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

“Kemarin hambatan dari warga binaan lapas kelas II B Nunukan banyak yang berdomisili di luar daerah Nunukan, seperti Bulungan, Tarakan dan dari luar Kalimantan Utara,” Kata Pujiono.

Jadi hambatan mereka tidak mendapatkan program pembebasan bersyarat atau cuti bersyarakat karena mereka tidak ada yang menjamin. Diktakan Pujiono, di aturan pemerintah yang bisa menjamin adalah keluarganya dan pemerintah.

Kami dalam mengatasi over crowded dimana kapasitas dari lapas klas II B Nunukan hanya kapasitas 320 orang, saat ini berisi 1.155 orang itu sangat tidak memenuhi kebutuhan warga binaan yang ada di lapas ini.

Oleh karena itu dengan crash program, kita membantu menjamin melalui pembimbing kemasyarakatan untuk menjamin mereka yang tidak mempunyai keluarga, bisa diusulkan untuk memperoleh pembebasan bersyarat atau cuti bersyarat.

Ada tiga puluh dua orang yang memenuhi syarat yang bisa mendapatkan pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat.

“Hari ini SK Kementerian Hukum dan Ham telah keluar dari tiga puluh dua orang yang bebas langsung 20 orang dan 12 orang lainnya masih memiliki denda sesuai keputusan pengadilan mereka memiliki denda 1-6 bulan namun kalau membayar denda maka akan bebas,” Sebut Pujiono.

Baca Juga Dong:  Tekan Laju Kasus Covid-19, Gubernur Kembali Ingatkan Patuhi Prokes

“Sementara yang 12 orang ini, pidana pokoknya bebas hari ini dan mulai saat ini mereka juga menjalani putusan Subsidernya yaitu pidana kurungan penganti denda,” Jelasnya. (OV)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan