Kades Tanjung Aru Pertanyakan Kehadiran Wakil Rakyat Dapil II Saat di Butuhkan Masyarakat

Budian, Kepala Desa Tanjung Aru.

NUNUKAN-Kepala Desa Tanjung Aru, Budiman mengeluarkan unek-unek rasa kekecewaanya terhadap anggota dewan Perwakilan rakyat (DPRD) Kabupaten Nunukan.

Kekecewaannya itu di lontarkan dalam pertemuan antara warga Pesisir Pantai Desa Tanjung Aru bersama Balai Pengawas Sungai Kalimantan V Tanjung Selor di Balai Desa Tanjung Aru Kecamata, Rabu (21/4). Meskipun salah satu anggota DPRD Hamsing menghadiri pertemuan itu, namun Budiman menginginkan anggota dprd bukan hanya janji-janji tapi turut berjuang mendukung masyarakat.

Bacaan Lainnya

Budiman menyesalkan dengan kondisi saat ini yang di rasakan masyarakat menghadapi Abrasi kurang perhatian, terlebih lagi anggota dprd yang tidak hadir dalam pertemuan itu.

“Saat tinjau lokasi memang hadir semua, tapi saat ini mana wakil rakyat. Kita harapkan wakil rakyat pada saat seperti ini, jangan sampai ada masalah turun menjanji-janji karena mau di pilih, tapi giliran ada permasalahan masyarakat mereka menjauh,” tutur Budiman.

Usai menyampaikan kekesalannya, Budiman menuturkan permintaan maaf karena lancang berbicara sebagai Pemerintah desa mewakili masyarakatnya,  karena dia mengakui diri nya dari masyarakat.

“Ini aspirasi masyarakat, kata hati masyarakat kami harus bicara karena tidak enak setiap kali pertanyakan anggarannya turun untuk mengerjakan pekerjaan pembangunan Breakwater,” tuturnya.

Mendengar ucapan Kepala Desa Tanjung Aru, Anggota DPRD Nunukan Hj Nikmah menanggapi pernyataan Budiman. Menurut Hj Nikmah ketidak hadirannya dalam pertemuan itu dikarenakan memimpin rapat di Kantor DPRD.

“Saya memang tidak hadir karena kebetulan saya memimpin rapat terkait Pansus LKPJ, jadi tidak bisa hadir. Kemudian abrasi itu kita terus memperjuangkan dan alhamdulillah sudah terealisasi, semoga masyarakat bisa mengerti,” tutur Ketua Fraksi Hanura ini. (*)

Tinggalkan Balasan