Kegiatan IRAW Tidung Borneo Bersatu ke-II akan Dimeriahkan Lomba Kesenian dan Olahraga

H Sura'i didampingi Pemangku adat dan Kepala Desa Binusan dalam sesi wawancara.
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com-Pelaksanaan Festival IRAW Tidung Borneo Bersatu ke II yang akan digelar pada 27-30 November 2021 akan menampilkan berbagai kesenian dan olahraga yang akan dilaksanakan di Halaman belakang dan Halaman depan rumah adat Tidung.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Panitia, H. Sura’i, Minggu (24/10) kemarin, Ia menuturkan jika nanti di halaman belakang kegiatan lomba olahraga tradisional Suku Tidung akan digelar.

Bacaan Lainnya

“Lomba ini ada 11 permainan tradisional yang akan dilombakan nanti, kemudian di halaman depan nanti digelar lomba 6 seni musik Tidung yang akan ditampilkan dengan dewan juri orang kita sendiri dari suku Tidung dari Tarakan, Malinau, KTT dan Bulungan juga Nunukan yang ahli dibidang lomba yang kita adakan,” ujarnya.

“Seperti  festival Iraw Tidung Borne Bersatu ke II kali ini, kita mengadakan lomba burung Serindit atau Nyati Tripos dengan dewan juri yang ahli dari Nunukan Selatan dan dari Malinau, tim penilai ini telah kita hubungi” jelasnya.

Dia menambahkan, pada 28 Nopember 2022 tepatnya hari Minggu akan diadakan 10 lomba tradisional yaitu lomba Begasing, Belugu,Bebitor (Permainan Batu), Batu Lili, Gegagang (Engrang), Besimbon , Nyapuk atau Menyumpit, lalu Gegalak, Nyati Tripos atau lomba burung Srindit, dan Silat La Kuntaw.

“Lomba ini akan diadakan satu hari penuh dengan kita gandeng Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), nanti mereka yang melaksanakan dan menyediakan piala dan sertifikatnya sekaligus mereka yang memberikan kepada pemenangnya, kita yang tim menjuri,”

Baca Juga Dong:  Peringatan Hari Armada RI, Gubernur Bersama Danlantamal XIII Tanam Mangroove di Tarakan

“Kita meminta kegiatan ini KORMI yang laksankan, agar KORMI Kaltara dan Nunukan lebih serius karena ini yang pertama membantu kita, sekaligus memperkenalkan diri dan kegiatan mereka,” kata Sura’i.

Sementara untuk kesenian dan budaya, Sura’i mengatakan panitia juga mengajukan proposal ke dinas Pariwisata dan Olahraga dalam hal bentuk piala dan piagam untuk lomba tari jepen, untuk usia orang tua dan anak-anak, Hadrah, seni musik gendang, Berunot dan kulintangan.

“Jadi kami sudah usulkan proposal ke Dinas Pariwisata untuk memberikan hadiahnya dalam bentuk piagam dan piala, karena kita bukan saja festival atau pertandingan khusus silahturahmi, tetapi kita ingin ini ada peringkat dan kenang-kenangan untuk peserta,” demikian H. Sura’i.  (**)

Tinggalkan Balasan