Lakukan Reses di 4 Kecamatan, Hj. Nikmah Dibanjiri Usulan

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN- Anggota DPRD Nunukan Hj. Nikmah mengunjungi warga yang menjadi konstituennya dalam rangka reses masa sidang satu tahun 2022-2023 untuk menjaring aspirasi sekaligus silaturahmi.

Ketua Fraksi Hanura ini melakukan penjaringan aspirasi masyarakat selama dua hari sejak 4-5 November 2022, di Lima desa dari Empat Kecamatan di Sebatik dan di Patok 10. Reses itu disambut baik oleh masyarakat yang ada di Sebatik.

Bacaan Lainnya

“Reses pertama yang saya kunjungi di Desa Setabu, masyarakat pembudidaya rumput laut mengeluhkan masalah batas zonasi penyebaran bibit rumput di laut, mereka yang ditertibkan meminta agar diberikan lokasi yang tepat bukan di jalur perlintasan speedboat. Khususnya KSOP membuatkan tanda sejenis mercusuar di jalur tersebut sehingga mereka (pembudi daya rumput laut) mengetahui jalur itu merupakan jalur speedboat. Kalau hanya dipasang patok saja itu mudah dilepas atau dicabut, sehingga perlu adanya sejenis mercusuar,” ujar Hj. Nikmah.

Baca Juga:  KC Bankaltimtara Segera Berkantor di Banhub Kaltara di Jakarta

Selain itu, Hj. Nikmah menerangkan terait masalah Balai Pencipta bibit yang sangat penting, karena Petani rumput laut ini kalau bibit rumput lautnya kena penyakit tidak bisa berkembang, sehingga mereka harus mencari bibit lagi dan sangat sulit mendapatkan bibit yang bagus.

“Terkadang pemerintah mendatangkan bibit rumput laut tidak terlalu banyak, kadang kewalahan mereka untuk mencari bibit, karena adanya penyakit atau hama membuat rumput laut yang mereka tebar mati. Sehingga perlu adanya balai pencipta bibit di Sebatik,” terangnya.

Politisi Hanura Daerah Pilihan II Sebatik menambahkan, untuk Nelayan di Sebatik meminta Pemerintah untuk mengizinkan atau membolehkan nelayan mengunakan alat tangkap Trol.

“Para nelayan mulai merasakan hasil tangkap ikannya berkurang, sehingga mereka meminta Pemerintah, apakah bisa alat tangkap tro. Karena di perbatasan Malaysia itu juga ada digunakan sehingga para nelayan ini berharap pemerintah bisa mengizinkan untuk alat tangkap trol bisa digunakan di Sebatik,”

Baca Juga:  Wujudkan ASN Kaltara Berintegritas dan Profesional

Tidak hanya itu, Hj. Nikmah juga menuturkan jika masyarakat di Kampung Loudres mengharapkan adanya Sekolah Filial untuk masyarakat di Kampung Loudres.

“Masyarakat di Kampung Loudres itu anaknya semua sekolah di SMP Aji Kuning, mereka meminta agar dibangunkan sekolah filial karena anak masyarakat sekolah cukup jauh,” jelasnya.

Tidak hanya soal rumput laut, Alat Tangkap Trol dan Pendidikan, Hj Nikmah menuturkan Masyarakt di Desa Tanjung Karang mengharapkan dibangunnya Pasar, karena di sana belum ada pasar dan juga tempat sampah menginggat di Desa itu belum ada tempat sampah dan selama ini sampah cukup berserakan.

Dikatakannya, Masyarakat juga menginginkan Peningkatan jalan di Kampung Baru Sebatik Timur.

Ada beberapa jalan pemukinan itu yang sudah ada pembukaannya sehingga perlu peningkatan. Kemudian masyarakat megusulkan adanya pendidikan kuliah gratis bagi anak-anak yang lulus SMA.

Baca Juga:  Kolaborasi Komunitas dan Pengusaha Bantu Korban Banjir Pare-Pare

Bahkan drainase yang saat ini juga jadi keluhan masyarakat, mereka mengeluhkan drainase tersumbat dan kapasitasnya sudah tidak layak dan perlu adanya rehab drainase, juga mengenai Pertanian berharap ada bantuan hand traktor, karena banyak petani yang membutuhkan bantuan untu handtraktor.

“Akses jalan ini merupakan akses utama masyarakat di sana sehingga butuh peningkatan. Terkait Kuliah gratis saya sudah sampaikan bahwa Pemerintah ada menyediakan kuliah gratis untuk jurusan Perikanan di Poltek dan kuliah gratis jurusan Pertanian dan perkebunan, “

“Soal bantuan pertanian saya juga telah menyampaikan untuk bantuan pertanian, para petani harus memiliki kelompok tani,” tambahnya.

Dia menuturkan, apa yang sudah saya catat dari usulan masyarakat ini tentu akan diperjuangkan untuk nantinya dibahas di DPRD kemudian disampaikan ke Pemerintah Daerah. “Karena selama beberapa tahun ini adanya covid-19 sehingga kita tidak bisa berbuat apa-apa, ke depan apa yang menjadi keluhan semoga bisa kita realisasikan satu persatu-satu,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *