Lebaran H+3 Penumpang Ferry Nunukan-Sebatik PP Membludak, Petugas Kesulitan Saat Malam Hari

aktivitas Personil dishub di Pelabuhan Liang Bunyu tanpa penerangan.
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Lebaran Hari Ketiga (H+ 3) aktivitas kapal layar antara Nunukan-Sebatik PP membludak latar belakang pengunaan jasa layanan tersebut digunakan Warga Nunukan untuk liburan ke Sebatik.

Kepadatan penumpang Feri KM. Manta di Pelabuhan Penyeberangan Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat  Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara terpaksa membuat petugas Dinas Perhubungan,  Personil UPP Syahbandar, TNI Polri dan Pelabuhan kesehatan Sebatik harus bekerja ekstra untuk mengatur para penumpang di dermaga Liang Bunyu mengingat antisipasi penyebaran covid-19.

Bacaan Lainnya

Kepala UPT LLA Dishub Sebatik, Zainal Abidinsyah, SE menuturkan Pelayanan kita lakukan ekstra karena pengunjung yang dari Nunukan ke Sebatik membludak, dengan 8 Personil UPT LLA Sebatik Dinas Perhubungan Pos Penyeberangan Feri Liang Bunyu di pimpin Pengawas kepala Pos Pelabuhan Abdul Kahar.

Baca Juga:  Gubernur Hadiri Pengarahan Presiden, Ini 3 Poin yang Disampaikan Presiden

“Kegiatan pelayanan dilakukan bersama Personil UPP Syahbandar, Personil Kantor Kesehatan Pelabuhan Sebatik , Personil Polsek Sebatik Barat dan Personil Koramil Sebatik Barat. Kegiatan dilaksanakan dengan penerapan prokes. Sesuai Surat Edaran Bupati yang ditujukan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, selanjutnya untuk dilaksanakan penerapannya di Pelabuhan Penyeberangan Feri Liang Bunyu,” jelas Zainal.

Dikatakan Zainal, KM Manta melakukan pelayaran sebanyak  VI trip,  di mulai pada pagi hari pukul 08.00 wita dan berakhir pada malam hari pukul 19.30 wita. Tercatat jumlah Kendaraan yang mengunakan jasa KM Manta pagi hari mencapai  215 unit motor dengan 222 penumpang dewasa.

Baca Juga:  Kejurnas Road Race Hadirkan Doni Tata

“ Untuk kendaraan mobil kosong karena jadwal keberangkatan di bagi tripnya, untuk kendaraan mobil dan kendaraan motor terpisah di atas pukul 10.00 wita khusus mengangkut motor sedangkan untuk kendaraan mobil pribadi dan barang tertinggi berkisar 25 unit dan mobil barang 10 unit. Pada malam hari keberangkatan dari Sebatik-Nunukan 230 unit motor dengan 85 Penumpang Dewasa, 3 Unit mobil pribadi dan 1 unit mobil barang,” sebutnya.

Zainal juga menuturkan, pada trip malam hari pelayanan sangat terganggu karena fasilitas penerangan di dermaga yang tidak ada sehingga menyulitkan personil dalam melakukan tugasnya.

Pelayanan di malam hari cukup menyulitkan personil yang bertugas karena belum adanya sumber penerangan listrik,  Namun semangat kerja personil tetap tinggi. Kita sudah bermohon ke Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan baik lisan maupun tertulis untuk Pemasangan Penerangan listrik di Pelabuhan Penyeberangan Feri dan permohonan ini sudah sejak tahun 2018 hingga sekarang belum terpasang. Memang sudah dianggarkan untuk pemasangan penerangan listrik di Pelabuhan Penyeberangan Feri Liang Bunyu, hanya saja SPD yang masih dalam proses penerbitan.

Baca Juga:  Upaya Pemkab Nunukan Cegah dan Atasi Stunting

Karena sekarang anggaran sulit dikarenakan dampak dari Defisit Nasional dan penanganan Covid 19, sehingga anggaran yang ada hanya yang bersifat urgen atau mendesak yang bisa direalisasikan, insya allah dibulan-bulan depan ini bisa segera di pasang.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayanan khususnya di malam hari dan kita berusaha menyampaikan maupun mengingatkan dengan tidak bosan – bosan kepada pihak-pihak terkait yang membidangi sarana prasarana di Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan untuk segera merealisasikan pemasangan listrik sebagai sumber penerangan fasilitas Pelabuhan Penyeberangan Liang Bunyu,”Pungkas Zainal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.