Modus Jadi Orang Pintar, Pria Cabul Ini di Polisikan

As (19) pria Cabul berkedok orang pintar diamankan Polsek Sebatik Timur

NUNUKAN-AS (19) warga Jalan Ahmad Yani RT. 04 Desa Sungai Pancang Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan diamankan Polisi lantaran hendak mencabuli seorang bocah.

Pria yang sehari-hari sebagai Petani itu, melakukan aksinya dengan modus sebagai orang pintar atau dukun.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Sebatik Timur Iptu Mhd Khomaini membenarkan hal itu, kami menerima laporan Polisi Nomor LP / 04 / I / 2021 / Kaltara / Res Nunukan / Sek Sebtim.

Dia menjelaskan bahwa pelaku mendatangi rumah korban pada hari jumat (23/1) dan cerita membahas tentang pekerjaan hingga larut malam.

Saat itu, AS mulai melakukan aksinya sebagai orang pintar dengan memberitahukan jika rumah yang ditempati nenek korban itu sedang dalam bahaya.

“AS dan nenek korban berdiri dan menuju ke halaman rumah, saat itu AS melakukan aksinya dengan berpura-pura menarik benda ghoib yang ada di sekitar halaman rumah itu, AS memperlihatkan kepada nenek korban jarum beserta garam dan mengatakan bahwa barang tersebut merupakan barang ghoib yang telah di tanam oleh orang lain, padahal garam dan jarum tersebut sudah di siapkan si AS dari rumahnya sebelum ke rumah korban,” terang Khomaini.

Lanjut Khomaini, melihat aksi AS nenek korban percaya jika AS merupakan orang pintar atau dukun. Setelah melakukan aksi tipu dayanya tersebut AS meminta izin untuk membuang air kecil di kamar mandi, saat masuk ke kamar mandi AS sempat membuka kelambu tempat korban tidur.

Baca Juga Dong:  Gelar Reses di KNB, Ahmad Triyadi : Masyarakat Inginkan Infrastruktur

“Jadi AS ini izin beberapa kali ke kamar mandi untuk buang air kecil, alasannya itu untuk melihat korban yang tengah tertidur. Disitu AS kembali beraksi jika cucu (korban) yang tertidur dalam bahaya bahwa ada makhluk ghoib di dalam tubuhnya dan harus segera di obati, jika tidak korban akan dibawa pergi menghilang oleh makhluk ghoib tersebut. Karena percaya, nenek korban mengikuti semua apa yang diperintahkan AS yakni membangunkan korban,” jelasnya.

Sekira pukul 02.00 wita korban pun bangun dan dibawa teras rumah untuk diobati, namun Pelaku menyampaikan untuk pengobatan didalam rumah dan dituruti nenek korban.

Dalam aksi itu, jelas Khomaini, korban dibaringkan neneknya dan AS meminta mematikan semua lampu agar selama proses pengobatan berjalan lancar. Bahkan nenek korban harus memejamkan matanya hingga proses pengobatan selesai.

Nenek si korban menuruti semua permintaan AS mematikan semua lampu yang ada di dalam rumah kecuali lampu yang berada di luar rumah. Pada saat pengobatan berlangsung AS berpura-pura memeriksa badan korban dan berkata ada benda ghoib yang berada di dalam tubuh korban dan benda tersebut berada di paha korban. Ketika itu pelaku kemudian membuka celana korban dengan alasan untuk menarik benda ghoib tersebut, setelah membuka celana korban pelaku kemudian menjilat-jilat alat kelamin korban.

Nenek korban awalnya hanya diam saja karena mengira bahwa itu adalah ritual menarik benda ghoib yang ada di dalam tubuh korban, namun setelah melihat Pelaku membuka celananya dan ingin melakukan aksi bejatnya, nenek korban langsung mendorong pelaku.

“Karena ketahuan oleh nenek korban, Pelaku mengatakan jika hal itu dilakukan oleh makhluk ghoib yang merasuki dirinya dan kemudian meminta maaf atas kejadian tersebut,” Jelas Khomaini.

Baca Juga Dong:  Pemkab Nunukan Sampaikan 280 Usulan dalam Musrenbang RKPD Provinsi Kaltara Tahun 2022

Pelaku telah kita amankan bersama dengan barang bukti sepasang baju tidur Anak berwarna ungu serta celana dalam berwarna Cream.

“Pelaku kita kenakan Pasal 82 Ayat (1) UURI No.17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo 76E UURI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” terang Khomaini. (*)

 

Tinggalkan Balasan