Narasumber Dalam Kongres Pemuda Kaltara I, Wabup Hanafiah Paparkan Potensi Kabupaten Nunukan

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com-Wakil Bupati (Wabup) Nunukan H. Hanafiah mewakili Bupati Nunukan menjadi narasumber dalam Kongres Pemuda Kaltara I yang digelar di Ruang Serbaguna Lt. V Kantor Bupati Nunukan, Minggu (21/11).

Wabup H. Hanafiah sebagai narasumber pertama diminta oleh panitia penyelenggara untuk berbicara tentang akselerasi pembangunan sektor berbasis sumberdaya lokal yang amanah sebagai pilar Kalimantan Utara.

Bacaan Lainnya

Dengan dimoderatori oleh Kasubbag Komunikasi Pimpinan Setda Redemptus D.T,   H. Hanafiah menyajikan informasi dan gambaran umum Kabupaten Nunukan yang kemudian dilanjutkan dengan paparan tentang gambaran perekonomian Kabupaten Nunukan.

Dalam paparannya tentang perekonomian, H. Hanafiah menjelaskan aneka potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Nunukan di berbagai sektor, seperti sektor perikanan dan kelautan.

Di sektor perikanan, H. Hanafiah mengakui memang saat ini Kabupaten Nunukan baru bisa menyediakan raw material, belum menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah tersendiri.

” Kita harus akui itu, namun kedepan kita terus berupaya supaya ada industri pengolahan sehingga sumber daya alam tersebut memiliki nilai yang lebih lagi”, ujar H. Hanafiah.

Lebih lanjut, dalam penjelasannya potensi kelautan lainnya yang saat ini bisa menjadi penopang perekonomian adalah potensi rumput laut.

Selain potensi kelautan, H Hanafiah juga menyampaikan potensi lainnya yang dimiliki oleh Kabupaten Nunukan yaitu potensi pariwisata seperti air terjun di Sembakung, Taman Nasional Kayan mentarang, potensi wisata di Lumbis Pansiangan, dan potensi pertanian di dataran tinggi krayan dengan padi organik dan garam gunungnya.

Menurut Hanafiah, Kabupaten Nunukan juga memiliki potensi wisata sejarah megalitikum, serta yang saat ini sedang dibangun adalah PLBN (Pos Lintas Batas Negara).

Baca Juga Dong:  Percepatan Pembangunan KIPI, Gubernur-Wagub Mediasi Pembebasan Lahan

Dengan potensi yang sedemikian banyak ini, Hanafiah berpendapat hal ini  menjadi peluang bagi para pemuda untuk dapat berkiprah dan turut aktif dalam pembangunan.

” Di tangan Adik adik inilah tongkat estafet pembangunan akan berlanjut. Jangan sampai adik adik jadi penonton saja, harus terus belajar”, ujar H. Hanafiah.

Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan peserta kongres baik yang hadir  secara langsung ataupun yang hadir secara virtual. (Prokopim)

Tinggalkan Balasan