
TANJUNG SELOR — Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kalimantan Utara menilai arah pembangunan perkebunan daerah tidak boleh bergantung pada satu komoditas semata.
Regulasi yang tengah dibahas harus memberi ruang bagi pengembangan berbagai jenis tanaman yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani.
Anggota Pansus II, Pdt. Robinson, mengatakan dominasi kelapa sawit dalam beberapa tahun terakhir memang tidak bisa dipungkiri. Namun, menurut dia, kebijakan daerah harus mampu membaca dinamika pasar dan peluang komoditas lain.
“Sekarang memang kita berada di era sawit. Tetapi dulu kita pernah berjaya dengan kakao dan kopi. Bahkan hari ini karet mulai menunjukkan tren positif dengan harga yang cukup baik. Ini peluang yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya, pada pekan kemarin.
Ia menambahkan, Pansus II membuka ruang seluas-luasnya bagi masukan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar komoditas seperti kakao, kopi, maupun karet dapat masuk dalam kerangka pembangunan jangka panjang.
Menurut Robinson, regulasi yang adaptif akan memberi kepastian arah bagi petani sekaligus memperluas sumber pendapatan masyarakat.
“Kalau regulasinya hanya fokus pada satu komoditas, kita akan sulit bergerak ketika pasar berubah. Karena itu, Raperda ini harus fleksibel dan visioner,” katanya. (adv)









