Pelaku Pemerkosaan di Ringkus Polisi di Perbatasan Indonesia-Malaysia

U Pelaku Pemerkosaan

NUNUKAN-Seorang Petani U (38) warga Jalan Hasanuddin Rt.01 Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan, Pelaku melakukan pemerkosaan dengan modus mengancam dengan sebilah pisau.

Pelaku yang sehari-harinya sebagai Petani, ditangkap petugas Polsek Sebatik Timur di Perbatasan Indonesia-Malaysia dengan bekerja sama Ketua RT 01 Desa Seberang.

Bacaan Lainnya

Barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku mengancam korban.

Kapolsek Sebatik Timur Iptu Mhd Khomaini mengatakan ini merupakan kasus yang baru berhasil kita ungkap yaitu Kasus Pemerkosaan dimana kejadiannya pada 27 Oktober 2020, berdasarkan laporan dari korban nomor Nomor : 34 / X /2020/ Kaltara / Res Nnk / Sek Sebtim tanggal 27 Oktober 2020.

Khomaini menceritakan, saat itu pelaku memasuki rumah korban dengan memanjat melalui tiang rumah dan kemudian masuk lewat pintu belakang dengan mencungkil palang kayu pintu belakang dan meniduri korban yang tengah tertidur pulas. Ketika korban terbangun pelaku langsung mengancam dengan pisau jika tidak melayani pelaku.

Setelah menyetubuhi korban, Pelaku melarikan diri melalui pintu belakang, saat korban membuang air kecil.

Setelah kejadian itu, korban langsung melaporkan ke Polsek Sebatik Timur.

Dikatakan Kapolsek Sebatik Timur, Rabu (6/1) kita baru mendapatkan informasi keberadaan pelaku berada di perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Kita bekerja sama dengan ketua RT 01 Desa Seberang untuk memastikan pelaku berada di Indonesia,” jelasnya, Kamis 7 Januari 2021.

Sekitar pukul 21.20 wita, tim kita Unit Reskrim Polsek Sebatik Timur berhasil menemukan lokasi pelaku bersembunyi. Ketika pelaku berjalan di gang wilayah perbatasan Malaysia-Indonesia kita langsung amankan.

Baca Juga Dong:  Presiden Tekankan Tak Menghambat Investor dan Membuat Skala Prioritas Anggaran

Berdasarkan hasil introgasi, Pelaku mengakui bahwa dirinya yang melakukan pemerkosaan terhadap korban Bunga ( Nama Samaran ) di rumah nya di Desa Sungai Nyamuk.

“Pelaku melakukan karena ada dendam sakit hati terhadap korban,” Terang Khomaini.

Adapun pelaku dan barang bukti sebilah pisau telah diamankan di Polsek Sebatik Timur.

“Pelaku kita ancam dengan Pasal 285 KUHP dengan Ancaman Hukuman penjara Maksimal 12 Tahun,” Pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan