Pemdes Binusan Musyawarah RKPDes 2023, Kades Harap Pendidikan dan Wisata Terus Berjalan

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Pemerintah Desa (Pemdes) Binusan melaksanakan Musyawarah Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2023, di halaman Kantor Desa Binusan, Rabu (5/10).

Musyawarah RKPDes ini dihadiri Kepala Desa Binusan, Rudihartono, Camat Nunukan, Hasan Basri, Perwakilan Dinas PMD, Pj Kades Binusan Dalam, Asmady, BPD, Para Pengurus PAUD dan Para ketua RT Se-Desa Binusan.

Bacaan Lainnya

Rudihartono yang ditemui Pembawakabar.com di ruang kerjanya mengatakan, dalam musyawarah RKPDes ini ada 42 usulan yang masuk ke desa Binusan, namun tidak semua dapat dicover dengan dana desa. Tetapi nanti yang tidak dapat dicover kami akan usulkan dimusrenbang tingkat Kecamatan.

Baca Juga:  Gubernur Usulkan Kuota BBM Tahun Depan Ditambah

“Usulan ini ada yang kewenangan Kabupaten dan Provinsi, sehinggai ni tidak dapat kita cover dan nantinya kita masukan ke musrenbang tingkat Kecamatan. Banyak yang menjadi keluhan masyarakat kami terkait jalan yang ada di kilometer 8 RT. 10, kondisi jalan di sana rusak parah dan terputus, mereka meminta ke desa untuk timbun, namun karena jalan itu merupakan jalan Provinsi sehingga menjadi kewenangan Pemerintah Priovinsi, jadi itu yang menjadi kendala,”

“Setiap musrenbang Kecamatan jalan itu kita usulkan, itu sudah tiga tahun yang lalu kita usulkan tetapi belum ada realisasi dari Provinsi,” tambahnya.

Baca Juga:  Gelar Shalat Ghaib Bersama Jajaran dan Masyarakat, Kapolres:Semoga korban yang meninggal dalam kondisi husnul khotimah

Rudi menyebutkan, adapun usulan masyarakat dari 42 usulan yang masuk sangat prioritas untuk ditangani sekarang gedung PAUD Tunas Bangsa di Kilometer 10 Binusan Dalam.

“Gedung PAUD ini atapnya bocor sehingga perlu segera ditangani, karena sangat kasian apabila anak-anak PAUD saat ingin belajar terganggu karena gedung mereka tempatnya basah,” ujar Rudihartono.

Selain itu, ke depannya Pemerintah desa Binusan merencanakan pembangunan penangkaran buaya di hutan Mangrove Yaki Manurani Sei Fatimah, dengan berkordinasi Kecamatan Nunukan.

“Kita sempat ada kordinasi dengan pak Camat Hasan Basri mengenai pembangunan penangkaran buaya ini, karena saat ini banyak buaya liar di sungai dan muara di Nunukan, dari pada memangsa manusia jadi kami berinisiatif untuk membuat penangkaran buaya. Lokasinya sudah ada dengan luas 6 hektare dan nanti ada beberapa tempat yang bisa dibangun tempat penangkaran buaya yang mungkin nanti ditangkap masyarakat maupun dari dinas Pemadam Kebakaran,”terangnya.

Baca Juga:  DPK Kaltara Sosialisasikan Pentingnya Menjaga dan Melestarikan Naskah Kuno

“Semoga untuk tahun 2023 tidak ada lagi covid-19 sehingga anggaran dapat digunakan untuk pembangunan desa yang hampir tiga tahun tidak ada pembangunan, harapannya masyarakat desa tetap bersabar karena anggaran yang ada difokuskan untuk covid-19,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *