Pemuda RT 17 Gelar Aksi Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

Pemuda Lingkungan RT.17 Melakukan Penyemprotan Rumput di Jalan Umum

NUNUKAN-Guna menjaga kebersihan dan kesehatan dilingkungan RT 17 Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Pemuda dari Lingkungan RT tersebut mengelar gotong royong kerja bakti di sepanjang Jalan Pongtiku, Sabtu, 5 Juni 2021.

Semangat dan antusias pemuda RT 17  ini sejak minggu lalu telah mengebu-gebu, dimana pada minggu lalu mereka (Pemuda, red) merintis seluruh tumbuhan liar yang mulai tinggi hingga menutup pandangan, kali ini mereka mengendong tangki semprot berisi 20 liter insektisida untuk melakukan penyemprotan di jalan umum dan jalan tani di wilayah Kampung Tator.

Bacaan Lainnya

Ketua RT.17 Philipus Panggala menuturkan, agenda gotong royong kerja bakti ini yang kami lakukan yaitu membangkitkan semangat anak muda. Tentu dengan apa yang kami lakukan ini semoga dapat di lihat Pemerintah bahwa begini lah kondisi kami di lingkungan RT.17.

“Aksi gotong royong ini dilakukan karena wilayah kami tidak pernah tersentuh oleh Petugas kebersihan, kemudian kami lakukan ini agar pemerintah melihat kondisi lingkungan kami dan jalan kami.” Kata Phlipus Panggala, Minggu (6/6).

Aksi gotong royong yang di laksanakan pemuda RT.17 terlaksana karena warga nya yang turut membantu mengumpulkan dana.

“Terlaksana kegiatan ini atas dukungan seluruh warga yang membantu mengumpul kan dana per kepala keluarga Rp. 5.000. Dana yang terkumpul ini kita gunakan untuk membeli racun rumput.”jelasnya.

Dikatakannya, program rutin ini kita laksanakan bukan hanya di jalan besar dan jalan tani saja, tetapi juga  di jalan lorong masuk ke rumah warga yang kondisi rumput liar nya sudah memanjang.

Dia juga menuturkan, program gotong royong pemuda rt.17 tersebut rutin dilaksanakan setiap 2 sampai 3 bulan dilihat dari kondisi rumput yang tumbuh.

Baca Juga Dong:  Presiden akan Lakukan Terobosan Kawasan Industri di Kaltara

Selain kegiatan membersihkan lingkungan, Philipus juga menyebutkan kegiatan lainnya diantaranya menutup jalan berlubang.

“Kami pernah mendapatkan bantuan 10 ret batu untuk menutup jalan yang rusak parah, itu sangat membantu kami. Namun jalan kami ini kondisinya memang sangat parah, tentu kami berharap Pemerintah dapat melihat kami yang berada di ujung kampung tator ini untuk mengaspal jalan kami. Karena kami sebagai petani sangat tidak nyaman melewati jalan saat membawa hasil kebun kami ke pasar,” tuturnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan