Pihak Keluarga Dinda Lanjutkan Proses Hukum Berdasarkan Bukti Visum

Dr. Moh Tahir Denreng SH, SE, MM, pengacara Dinda
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com- Pasca pengeroyokan terhadap Dinda (18) oleh kelompok wanita di Jalan Simpang Kadir, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Selasa (21/9). Pihak keluarga melalui pengacaranya melaporkan dugaan pengroyokan dengan beberapa pasal berlapis.

“Dugaan pelanggaran pasal 351 ayat 2 dan pasal 170 sesuai dengan Undang-undang K.U.H.P,” ungkap Dr. Moh Tahir Denreng SH, SE, MM, pengacara Dinda.

Bacaan Lainnya

Tahir mengatakan, pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan mengakibatkan luka berat yakni jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun, pasal 170 tentang pengeroyokan yakni barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Dia menyebut, pihaknya akan terus melanjutkan proses pelaporan hukum yang sudah berjalan di Polsek Nunukan, usai pihaknya membuat laporan polisi pada hari Jumat (18/6/2021) beberapa bulan lalu.

“Saya dari kuasa hukum akan melanjutkan proses pelaporan tersebut, dikarenakan ada kata-kata menurut kita nggak etis,” ujarnya, Rabu (22/9).

Menurutnya jika memang terjadi tindakan pencemaran nama baik kepada Dinda terkait nama panggilan, tidak perlu sampai melakukan tindakan pemukulan hingga menimbulkan luka berat.

“Masa harus ditempeleng, diseret dan dikeroyok, tidak perlu dihajar sampai seperti itu, kasihan,”ujarnya.

Berdasarkan bukti laporan yang telah dilakukan dengan pelanggaran pasal 351 tentang penganiayaan, Tahir menegaskan pihaknya akan segera mengklarifikasikan kepada Polsek Nunukan.

Baca Juga Dong:  Persiapan IRAW Tidung Borneo Bersatu ke-2, Panitia Mulai Lakukan Persiapan

“Kita juga akan klarifikasi kepada Polsek Nunukan, mungkin ditangan penyidikan bisa bertambah, karena di sini ada pemukulan, diseret dan ada lebih dari satu orang berarti ada pengeroyokan di sana. Nanti setelah anak ini membaik kami akan meminta untuk dilakukan proses berita acara pemeriksaan (BAP),” tegasnya.

“Dinda juga telah melakukan proses visum. Polisi sudah melakukan visum ada memar dimata, memar diwajah dan memar beberapa di kepala, kaki dan tangan,” tambahnya. (**)

Tinggalkan Balasan