Polres Nunukan Ringkus Dua Pelaku Penimbunan Gas LPG 3 Kilogram

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Polres Nunukan berhasil mengungkap dan mengamankan dua orang warga Nunukan yang melakukan penyalahgunaan bahan bakar gas Elpiji subsidi oleh pemerintah dengan melakukan penimbunan.

Pengungkapan tersebut bermula dengan laporan masyarakat ke pihak Kepolisian terkait dugaan adanya penimbunan dan penjualan gas elpiji seberat 3 kg di Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyantomengatakan, dari laporan pertama, sat reskrim berhasil amankan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial ME (42) warga Tanjung, Kelurahan Nunukan Barat pada Minggu (25/9/2022).

“ME langsung diringkus di kediamannya yang beralamat di Jalan Pasar Pagi Gang Mangga, Nunukan Tengah,” lanjutnya.
“Dari hasil penggeledahan personel berhasil menemukan dan mengamankan sebanyak 34 tabung gas elpiji 3 kilogram,” tambah Kapolres.

Baca Juga:  Nenek Atirah Setelah Berusia 50 Tahun Baru Memiliki e-KTP

Saat diinterogasi, lanjut Kapolres, ME mengaku bahwa menjual satu tabung tersebut seharga Rp50 ribu hingga Rp60 ribu dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah senilai Rp20 ribu.

“Tabung-tabung tersebut di dapatkan ME dari seseorang berinisial L seharga Rp40 ribu hingga Rp55 ribu, kemudian tabung tersebut dikumpulkan di rumah kontrakannya, lalu dijual secara langsung kepada masyarakat,”jelas Kapolres.

Baca Juga:  KC Bankaltimtara Segera Berkantor di Banhub Kaltara di Jakarta

Dia menyebut, untuk terduga pelaku penimbunan kedua yang diamankan adalah ML (39) warga Jalan Kramat, Kelurahan Nunukan Utara, merupakan penjaga gudang sub penyalur gas elpiji tiga kilogram milik seorang warga berinisial MS pada Senin (26/9/2022).

“Modus yang dilakukan pelaku ML, ia melaporkan kepada pemilik tabung yakni MS bahwa sejumlah tabung telah habis terjual dengan harga Rp20 ribu. Faktanya sejumlah tabung tersebut dipindahkan oleh ML dari gudang penyimpanan ke kios sembako miliknya yang beralamat di Jalan Radio, Nunukan Utara,” jelas AKBP Ricky.

Baca Juga:  Pentahbisan dan Peresmian Gedung Gereja Toraja Jemaat Eben-Haezer Nunukan, Zet: Kita Perlu Bermegah Kasih

“Dari hasil penggeledahan di kios pelaku ML, kita berhasil temukan sebanyak 36 buah gas Elpiji, yang nantinya akan dijual kembali oleh pelaku dengan harga Rp40 ribu hingga Rp55 ribu per-tabungnya,” tambahnya lagi.

Atas perbuatannya kedua pelaku penimbunan gas elpiji bersubsidi tersebut, ME dan L dikenakan Pasal 55 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan hukuman pidana paling lama enam tahun. (Hms Polres Nunukan/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *