Presiden Tekankan Tak Menghambat Investor dan Membuat Skala Prioritas Anggaran

TARAKAN-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Yansen TP menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah hasil Pilkada Serentak Tahun 2020 bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo secara virtual bertempat di ruang pertemuan Mako Lantamal Tarakan, Rabu (14/4/2021)

Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo menekankan dua hal kepada kepala daerah yang hadir secara virtual dalam rapat koordinasi kali ini.

Bacaan Lainnya

“Pertama penanganan Covid-19 dan kedua pertumbuhan ekonomi nasional,” sebut Presiden didampingi seluruh Menteri Kabinet Indonesia Maju.

Selain itu, Presiden menjelaskan penanganan Covid-19 meliputi penuntasan kasus dan pelaksanaan vaksinasi.

“Untuk pertumbuhan ekonomi nasional saya tekankan agar kepala daerah tidak menghambat investor yang akan berinvestasi di daerah,” kata Presiden.

Dijelaskanya, bahwa 76 persen pendapatan negara diperoleh dari pajak dan sebagian besar diperoleh dari badan usaha dan perusahaan.

“Saya berharap kepala daerah dapat memberikan dukungan penuh bagi dunia usaha untuk berinvestasi. Sehingga pertumbuhan di kwartal kedua April, Mei Juni harus naik 7 persen yang perlu dukungan dari kota dan kabupaten didaerah,” ungkapnya.

 

Berikutnya Presiden Joko Widodo meminta Gubernur, Bupati dan Walikota dapat membantu dan meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baik dalam produksi maupun penjualan dalam visi pembangunan daerah yang bertransformasi pada pembangunan yang berkarakter dan berkeadilan.

Rakor yang dihadiri 114 kepala daerah petahana dan 255 kepala daerah yang baru menjabat, Presiden juga meminta setiap hasil pekerjaan jangan hanya puas melihat dari laporan di atas kerja saja. “Cek dan kontrol juga di lapangan,” serunya.

Baca Juga Dong:  DPD APWI Kaltim-Kaltara Resmi Dilantik dan Dikukuhkan Hari Ini

Saat ini sangat dibutuhkan membuat kebijakan yang fokus pada skala prioritas yang jelas. Sehingga alokasi anggarannya terfokus dan lebih terkonsentrasi.

 

“Menurut saya semakin sedikit kegiatan maka semakin termanajemen, dan semakin gampang mengeceknya. Bahkan hasilnya semakin kelihatan,” tuturnya.

“Oleh sebab itu saya titip buat satu, dua atau tiga kegiatan besar saja yang anggarannya dikonsentransikan ke sana, sehingga hasilnya bisa dilihat, dirasakan, dan dimanfaatkan masyarakat,” tambah Presiden.

Masih dikatakan kepala negara, setiap kepala daerah harus memilah besaran antara belanja aparatur dan belanja pembangunan.

“Usahakan agar belanja pembangunan, belanja modal lebih besar dari belanja aparatur,” tegas Presiden.

Untuk diketahui, selain dihadiri Sekdaprov Kaltara Suriansyah serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kaltara, Rakor ini juga diikuti Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris, Kepala BINDA Kaltara, Danrem Maharajalila, Wakapolda Kaltara, Kapolres Tarakan dan lainnya.

Termasuk kepala daerah di lima kabupaten kota di Kaltara. Yakni Walikota Tarakan, Bupati Bulungan, Bupati Nunukan, Bupati Malinau dan Bupati Tana Tidung secara virtual. (sur)

Tinggalkan Balasan