Salmiah Perempuan Asal Sebatik Peraih Juara 1 Sebagai Penyuluh Agama Islam Teladan Non PNS Tingkat Kabupaten Nunukan

Salmiah, S. Pd.i Peraih Juara 1 Penyuluh Agama Islam Teladan Non PNS tingkat kabupaten Nunukan.

NUNUKAN-Penyuluh Agama Islam Non PNS asal Sebatik Salmiah, S.Pd.i menyabet juara 1 sebagai Penyuluh Agama Islam Teladan Non PNS tingkat kabupaten Nunukan.

Perempuan berusia 34 Tahun ini mengaku merasa gembira dan bangga saat mendengar dirinya mendapatkan juara 1 sebagai Penyuluh Agama Islam Teladan, namun hal itu tidak membuat dia puas dan merasa perjuangannya sampai dititk tingkat Kabupaten saja.

Bacaan Lainnya

“Sebagai juara 1 tentu merasa bangga dan gembira, namun perjuangan bukan sampai disini saja, tetapi masih ada tahap selanjutnya untuk tingkat Provinsi dan Nasional,” ujar Bendahara UPZ Sakti Kecamatan Sebatik Timur ini, saat dihubungi via telepon, Selasa (25/5)

Adapun persiapan untuk mengikuti ke tingkat Provinsi mewakil Kabupaten Nunukan, salmiah menyebutkan sesuai juknis yang ada, Ia telah menyiapkan bahan yang akan di persentasikan, video tentang kampung sadar zakat dan pendataan di wilayah Sebatik.

“Alhamdulillah sudah siap lomba di tingkat Provinsi mewakili Nunukan, Mohon doa dan dukungannya semoga bisa menjuarai di tingkat Provinsi dan bisa ikut di tingkat Nasional membawa Kampung sadar zakat di Sebatik ini,” tuturnya.

Selain meraih Juara 1 sebagai Penyuluh Agama Islam Teladan Non PNS, Salmiah juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan sebagai inisator dan pengerak Program unggulan Penyuluh Agama Islam Non PNS Kampung Sadar Zakat di Kecamatan Sebatik Timur.

Kehadiran Kampung sadar zakat di Kecamatan Sebatik Timur dikatakan Salmiah berdasarkan Inovasi program Penyuluh agama Islam Non PNS di Kecamatan Sebatik Timur dengan membentuk satu kampung sebagai kampung sadar zakat.

“Melihat potensi di Sebatik Timur mayoritas pengusaha dan pedagang kami berinisiatif dengan mensosialisasikan kesadaran masyarakat untuk membayar zakat. Alhamdullilah  kesadaran masyarakat meningkat, sehingga kami membentuk kampung sadar zakat,” sebutnya.

Baca Juga Dong:  Pembangunan Jalan Tol Kaltara-Kaltim Ditargetkan Mulai Tahun Depan
Dua Sertifikat yang di berikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Salmiah mengharapkan, Kesadaran masyarakat di Sebatik Timur semoga bertahan dan terus meningkat untuk membayar zakat di Sebatik Timur.

Perempuan yang juga pernah mendapatkan penghargaan dari Pemprov Kalimantan Utara di tahun 2020 dengan kategori inisator dan pengerak Program unggulan Penyuluh Agama Islam Non PNS Kampung Sadar Zakat di Kecamatan Sebatik Timur ini menyebutkan, Masyarakat yang membayar zakat merupakan pengusaha, PNS dan Masyarakat yang mampu. Ketika diwajibkan untuk membayar zakat masyarakat ini membayar zakatnya melalui UPZ Kampung Sadar Zakat.

“Masyarakat Sebatik itu jiwanya selalu bersedekah dan kita coba mengakomodir melalui Kampung Sadar Zakat, karena zakat wajib jadi mereka mereka sudah mengerti. Untuk sistem pengumpulan zakat juga kita lakukan jemput zakat setiap bulannya bagi yang gajian bulanan dan hingga saat ini masih kita sosialisasikan,” kata Salmiah.

Untuk Penyaluran Zakat kata Salmiah, UPZ Kecamtan Sebatik Timur setelah mengumpulkan kemudian di salurkan dari 70 % dana zakat itu. Penyalurannya untuk wilayah Sebatik.

Untuk di ketahui, UPZ Sakti Kecamatan Sebatik Timur berjalan sejak tahun 2018 dan untuk Kampung Sadar Zakatnya sejak bulan oktober 2019 yang di launching Kepala Kemenag Kabupaten Nunukan. (*)

 

Tinggalkan Balasan