Seorang Siswi Sekolah Dasar Dilecehkan Oleh Oknum Guru di Nunukan

Ilustrasi
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Bejad, Seorang siswi sekolah dasar dilecehkan oleh oknum guru Agama di Kabupaten Nunukan.

Aksi bejad yang dilakukan oleh seorang oknum guru di Nunukan terhadap seorang siswi yang masih duduk dibangku kelas tiga Sekolah dasar.

Pelaku aksi bejad ini berinisial W-H (46) merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai guru di Sekolah Dasar. Ia melakukan aksinya tersebut di ruang kelas dengan menyuruh korban duduk dan memegan serta menusuk-nusuk kemaluan korban.

Aksi bejad tersebut terungkap setelah orang tua korban melaporkan oknum Guru tersebut ke aparat Kepolisian.

Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto melalui kasi humas Polres Nunukan Iptu Siswati membernarkan laporan tersebut.

“Iya kita mendapatkan laporan dari orang tua korban pada hari Kamis (17/11). Awal terungkapnya saat orang tua memandikan si korban, saat dipakaikan pakaian korban mengeluh kesakitan dibagian kemaluannya dan orang tua korban langsung memeriksa pada bagian intim korban, setelah diperiksa ada pembengkakkan,” ungkap Iptu Siswati, Jumat (18/11).

Baca Juga:  Nenek Atirah Setelah Berusia 50 Tahun Baru Memiliki e-KTP
WH Oknum Guru Pelaku Pelecehan terhadap Siswinya.

Atas laporan tersebut, sambung Siswati, kita langsung melakukan pemeriksaan Visum at Repertum di Rumah Sakit Umum Nunukan, berdasarkan hasil pemeriksaan dari dr. Syahrisa Pahlevi, pada tempurung atas samping intim korban terdapat luka lecet dan bengkak selaput darah yang masih utuh.

Siswati mengatakan, tersangka melakukan aksinya itu saat jam istirahat, dimana korban diajak ke ruang kelas dan mengunci pintu, saat itu korban disuruh duduk oleh tersangka dan melakukan aksi bejadnya dengan memegang dan menusuk-nusuk bagian kemaluan korban.

“Untuk tersangka oknum guru tersebut telah diamankan untuk dimintai keterangannya. Namun tersangka menunjukkan perilaku yang aneh dan tidak memberikan keterangan secara sempurna dan ngelantur dari setiap pertanyaan penyidik,” jelas Siswati.

Baca Juga:  Study Tour, Kalapas Ingatkan Pelajar SMAN 1 Tidak Terjerumus Dalam Pelanggaran Hukum

Sementara Kepala Sekolah dan saksi lainnya yang dihadirkan menerangkan tersangka sudah beberapa tahun terakhir ini menunjukkan perilaku yang aneh.

“Terkait kasus tersebut Kepala Sekolah juga pernah menyampaikan ke pengawas sekolah namun kurang direspon dan hingga saat ini oknum guru tersebut masih mengajar. Keanehan perilaku tersangka selama di sekolah ia mengajar muncul beberapa tahun terakhir setelah mengalami masalah rumah tangga,” terang Siswati.

Lebih lanjut, Siswati menerangkan, dari keteranga rekan kerja tersangka, dugaan pencabulan yang dilakukan WH tersebut sudah pernah terjadi dan ditindaklanjuti. ‘Kejadiannya itu pada bulan Oktober 2022, salah seorang siswi mengeluhkan telah diraba-raba dan dipegang pahanya oleh tersangka, kejadiannya itu terjadi pada saat jam mata pelajaran agama berlangsung, ditegur oleh kepala sekolah namun jawabannya juga ngelantur,” kata Siswati.

Baca Juga:  Polsek Sebatik Barat Bersama Pemerintah Daerah Lakukan Pemeriksaan Produk Kadaluwarsa

Hingga saat ini aparat Kepolisian masih melakukan pemeriksaan dengan memanggil saksi untuk menambah alat bukti dalam pemenuhan unsur pidana. Dikarenakan tersangka menunjukkan sikap yang tidak normal, mulai dari cara berbicara dan lainnya, sehingga tersangka diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Rencananya, tersangka kita akan bawa ke RSUD Nunukan untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan. Untuk dugaan pasal yang dipersangkakan, tersangka dikenakan Pasal 82 ayat (2) Jo. Pasal 76 e UU nomor 17 Tahun 2016 tanggal 09 November 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang,” pungkasnya. (Ronaldi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *