Serius Bangun Industi Hijau, FFI Lirik Dua Kabupaten di Kaltara untuk Bangun PLTA

Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Data, dan Sistem Informasi Suwarsono saat diwawancarai tim publikasi KISP.

Tanjung Selor-Mengenai pertemuan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang dengan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta membahas investasi Pt. Fortescue Future Industries Pty Ltd (FFI) yang merupakan anak perusahaan Fortescue Metals Group di bidang pengembangan industri energi hijau akan dibahas lebih lanjut.

Suwarsono dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menjelaskan bahwa pertemuan Gubernur Zainal dengan investor asal Australia ini berfokus kepada sektor pembangkit listrik serta industri.

Bacaan Lainnya

“Intinya industri hijau ini dari awal sampai akhir akan zero carbon dioxide (nol karbondioksida, red). Jadi energi PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air, red) yang bisa diperbarui akan memberikan dampak yang kecil pada lingkungan, produk akhirnya pun tidak akan mengganggu lingkungan karena berbentuk amonia sintetis,” terang Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Data, dan Sistem Informasi ini, Senin, (3/5).

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi PLTA yang akan menjadi sumber energi industri hijau ini masih belum diketahui dan sedang dalam proses survei di beberapa lokasi.

“Terkait dengan lokasi, itu sedang dalam proses survei. Ada dua kabupaten yang mereka pilih sebagai lokasi PLTA, yaitu Bulungan dan Malinau. Di dua kabupaten itu ada beberapa titik koordinat lokasi yang akan mereka pilih, tapi kalau industrinya tetap pada kawasan industri di Tanah Kuning dan Mangkupadi,” terangnya lagi.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Suwarsono, pihak FFI memberikan investasi awal sebesar 70 juta dolar dalam kegiatan survei lokasi. Diperkirakan survei lokasi ini akan berjalan kurang lebih selama dua tahun, tergantung dengan situasi dan kondisi.

Baca Juga Dong:  Satgas Pamtas RI- Malaysia Yonarhanud 16/SBC Gelar Tes Swab Antigen Kepada Pelintas Batas

“Kemudian mengenai nilai investasi mereka secara keseluruhan itu sangat besar, sekitar 10-12 miliar dolar dengan estimasi menyerap tenaga kerja sekitar 5.000 orang. Pihak FFI sangat konsentrasi dalam memberdayakan masyarakat setempat,” jelasnya.

“Mereka hari ini ada rencana pertemuan dengan Bapak Gubernur, berkaitan dengan perizinan yang mereka ajukan. Di samping itu, siang ini juga ada rapat secara virtual dengan Menko (Meteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, red) bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) yang terkait di daerah tingkat provinsi maupun kabupaten,”pungkas Suwarsono.(Diskominfo Kaltara)

Tinggalkan Balasan