Soal Tata Kota dan Industri, Begini Tanggapan Welson

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Soal Tata Kota dan Industri Anggota DPRD Nunukan Welson mengharapkan Pemerintah daerah harus profesional dalam menempatkan tata ruang yang berfungsi pada tempat yang tersedia.

“Pemerintah Daerah Nunukan harus Profesional dalam menempatkan tata ruang yang memang harus berfungsi ditempat yang tersedia, misalnya Sebatik dan Nunukan. Ini kan pulau kecil ketika dipaksakan Industri masuk di sini yang jadi persoalan mendasar adalah ketersediaan air dan lisrik, nah ini yang harus dipikirkan betul-betul ketika industri nanti masuk di sini,” kata Welson, Selasa (31/5), saat ditemui awak media.

Ketua Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Nunukan ini menilai Pemerintah harus memikirkan betul-betul ketika nanti industri masuk di sini, sementara mereka butuh air banyak.  Nah yang kita lihat sekarang kebutuhan air untuk di Pulau Nunukan saja enggak mencukupi kebutuhan rumah tangga bagaimana industri mau masuk.

Maksud saya, lanjut dia kalau ada industri yang mau kita muat di dalam tata ruang ini, ada Krayan, Siemanggaris dan Sebuku dataran yang memang luas kemudian ketersediaan air banyak, mungkin yang seperti ini harus dipikirkan ke depan.

Baca Juga:  Rencana Wujudkan Smart City Smart Village, PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Wilayah Kaltara Silaturahmi bersama Bupati Nunukan

“Krayan itu kan lahan memang hutan luas, sementara ini masuk di dalam kawasan hutan lindung, aya kira itu bukan jadi alasan untuk tidak membangun di sana, enggak, walaupun itu hutan lindung ini kan kita berpikir untuk kesejahteraan masyarakat. Saya kira negosiasi ke pemerintah Pusat (Kementerian) terkait dengan lahan itu juga perlu ditindaklanjuti,”

“Sampai kapan kita melindungi hutan itu sementara manusia-manusia yang ada di sana enggak diperhatikan, apa kontribusi pemerintah dengan masyarakat kalau kita disuruh menjaga hutan kemudian timbal baliknya kompensasinya ke masyarakat apa? Nah ini mungkin yang harus dipikirkan bersama,” tambah Wakil Ketua Fraksi Gerakan Karya Pembangunan.

Terkait regulasi tata kota dan Industri yang sebelumnya dibahas, dikatakan  Welson saat itu hanya pembahasan awal.

Baca Juga:  Polres Musnahkan Sabu 48 Kilogram Bernilai Puluhan Miliar

“Hari ini kita mau dengar, DPUPR akan menyampaikan itu soal itu,  kita mau dengar kalau itu hanya sebagai rencana-rencana yang tidak didukung data yang baik saya kira percuma. Kemarin juga saya ngomong data yang mereka sampaikan dalam pertemuan itu untuk bandara di Krayan saja, Itu bandara sudah jadi sawah, ada yang sudah jadi hutan tapi masih dalam laporan. saya bilang sumber data yang begini-begini ini perlu dilihat dengan baik,” tegasnya.

Bahkan Ia sempat melakukan protes kepada Universitas Borneo terkait data mentah yang diterima tanpa meninjau langsung ke lapangan.

“Saya sampaikan protes kepada Universitas Borneo kalau mereka menerima data mentah saja, ini yang terjadi mestinya turun ke lapangan, benar enggak data yang sudah disampaikan dari video-video yang ada. Saya tegaskan kemarin dengan pak Asisten II,  saya bilang sampaikan ke OPD menyampaikan data harus data yang benar, dari data yang salah tentu nanti membuat perencanaan pasti akan salah hasilnya ndak akan maksimal,” terangnya.

Baca Juga:  Meriahkan HDKD Ke-77, Lapas dan Imigrasi Gelar Jalan Santai Sehat

Welson menyebutkan untuk wilayah Krayan hampir semua masuk dalam status hutan lindung, dan tentu ini tidak akan bisa. Solusinya Pemerintah Pusat harus melepaskan mana yang menjadi kebutuhan masyarakat, jangan dibatasi.

“Harus ahli fungsi karena dalam setiap forum yang disampaikan Krayan itu adalah parunya dunia, hutan harus dijaga, kembali lagi apa kompensasinya dunia untuk masyarakat di sana? Masalah ini saya akan sampaikan ke Kementerian, saya siap kok untuk menyampaikan itu,” ujarnya.

Disampaikannya, Ia juga sudah cukup banyak menyampaikan dalam pertemuan FGD, intinya dalam menyampaikan data harus data yang benar.

“Kalau data dari awal saja salah maka tata ruang yang kita impikan ini juga bagian yang sulit kita buktikan,” pungkasnya (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.