Terus Berkarya dan Kreatif, WBP Lapas Nunukan Ciptakan Motif Batik Khas Nunukan

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN- Guna menciptakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang aktif serta produktif dan memiliki keterampilan dalam menciptakan inovasi dan desain, Lapas Nunukan melakukan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan dalam membatik, yang merupakan program kegiatan kerja Lapas Nunukan, Sabtu (6/5).

Kegiatan tersebut diciptakan dalam banyak motif batik, kolaborasi motif batik Lanuka dengan batik khas Nunukan yaitu Lulantatibu yang dipadukan juga dengan motif ciri khasnya Lapas Nunukan.

Batik tersebut merupakan hasil dari menelusuri cikal bakal terbentuknya kabupaten Nunukan untuk kemudian diabadikan menjadi motif batik ciri khas kebanggaan yang akan dipatenkan dan menjadi ciri khas batik Lapas Nunukan.

Proses penetapan motif batik yang akan dipatenkan itu diawali dengan mencari tahu suku dan adat asli Kalimantan yang ada di kabupaten Nunukan.

Kepala Lapas Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan pihaknya cukup bangga dan senang karena hasil batik karya warga binaan lapas Nunukan berhasil dan sukses.

“Kami cukup bangga dan senang karena hasil batik karya warga binaan kami sudah berhasil dan sukses, terbukti pada hari puncak syukuran HBP Ke-59, Bapak Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly beserta Dirjenpas dan jajaran Pimti madya lainnya menggunakan baju batik khas Kalimantan Utara yang murni hasil dari karya warga binaan Lapas Nunukan,”kata I Wayan.

Dia menambahkan, untuk menambah kreatifitas warga binaan kita akan mendesain batik khas Nunukan yang nanti nya bisa kita patenkan di kementerian hukum dan HAM, selain pembinaan WBP juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat umum bahwa lapas Nunukan memiliki motif batik khas yang tak bisa didapatkan di daerah lain.

“Kegiatan membatik ini merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa untuk menimba ilmu dalam bentuk life skill bagi WBP sehingga bukan hanya seremoni saja melainkan menjadi tonggak untuk meningkatkan SDM yang lebih baik, menumbuhkan kreativitas dan dapat melestarikan budaya daerah karena dalam perjalanan sejarahnya terus mengalami perkembangan jaman,”pungkas Wayan. (RR Hms Lanuka)

Dengarkan Kami di Aplikasi Solatafm Nunukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *