Tim Pansus DPRD Nunukan Masih Mengumpulkan Bukti-Bukti Surat Tanah Haji Batto dan Warga Binusan Dalam

Rapat Dengar Pendapat di ruang Ambalat I, terkait Sengketa lahan Warga Binusan Dalam dan Haji Batto.

NUNUKAN, Pembawakabar.com – Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD melakukan melakukan pengumpulan bukti-bukti dan mencocok kan surat tanah milik Masyarakat Binusan Dalam (Binda) dan surat tanah Haji Batto dengan arsip yang ada di desa Binusan.

Pengumpulan bukti-bukti tersebut dilakukan di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin 12 juli 2021. Hal itu disampaikan Robinson Totong saat di konfirmasi pada Selasa (13/7) Malam.

Bacaan Lainnya

“Kita kemarin hanya Kantor Desa Binusan untuk mengecek semua surat tanah yang sengketa, baik surat tanah yang diakui H Batto maupun surat tanah warga Binusan Dalam, yah hanya investigasi awal lah untuk mengumpul bukti-bukti awal dulu,” ujar Robinson.

Wakil Ketua Komisi II ini  mengatakan, Sebelumnya Haji Batto sudah memberitahukan ke Tim Pansus lahan yang dibelinya. Ternyata, Lanjutnya semua surat-surat Haji Batto yang sudah dibelinya  ada 140 surat  yang luasannya rata-rata hampir 2 hektar arsipnya tidak ada.

“Ternyata tidak ada satupun arsip dar surat-surat itu, jadi ada sedikit ke janggalan, karena seharusnya  ada arsip. Kemudian Kepala Desa yang saat ini menjabat juga tidak mengetahui persis surat itu, karena surat Haji Batto tersebut di keluarkan oleh kepala desa sebelumnya dianggaran tahun 2015 sampai 2016,” ungkapnya.

“Jadi tidak ada satupun arsip dari 140 suratnya Haji Batto, Kami ingin klarifikasikan kesana untuk mencocokkan ternyata tidak ada arsip dan itu menjadi satu ke janggalan kan,” tambahnya.

Selanjutnya, tim Pansus akan memanggil pembeli lahan tersebut  yakni Haji Batto, namun karena kondisi Haji Batto saat ini dalam kondisi kurang sehat, sehingga di pemanggilan Hajo Batto di tunda.

Baca Juga Dong:  2.500 Vaksin Bio Farma dalam Proses Pengiriman Ke Nunukan

“Kami juga belum bisa membuat kesimpulan rekomendasi karena belum ada keterangan dari Haji Batto. Untuk sementara yah kita baru sebatas mengumpul bukti-bukti dan belum bisa memberikan kesimpulan siapa yang terlibat dalam hal ini yang jadi broker dan kenapa.” Ujarnya

Robinson menyebutkan, untuk data yang saat ini terkumpulkan sudah semua baik dari Haji Batto maupun surat tanah dari warga Binusan Dalam sebanyak 22 surat.

“Dari haji Batto sudah terkumpul semua, kemudian dari Masyarakat  Binusan Dalam ada 22 Surat, bahkan dari surat yang telah diterima Pansus sebagian Masyarakat telah melakukan pembayaran PBB. Jadi kami ke Desa Binusan untuk mencocokan surat-surat Haji Batto dan ternyata disana tidak ada arsip , untuk surat masyarakat arsipnya ada,” sebutnya

Untuk selanjutnya kami menunggu dari Haji Batto, kalau beliau sudah sehat baru kita akan secepatnya memanggil untuk dimintai keteragannya, dalam hal ini kami  pansus tidak bisa memutuskan siapa yang salah, tapi bagaimana mencari solusi antar masyarakat baik dengan pihak penjual dan pembeli. Yah kalau memang jalannya buntu, kami hanya bisa membuat rekomendasi untuk dilanjutkan ke pihak berwajib, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Binusan Rudihartono saat dikonfirmasi menjelaskan, kehadiran anggota DPRD ke Kantor Desa Binusan kemarin untuk mencocokkan data berupa surat tanah milik Haji Batto dan Warga Binusan Dalam.

Dia memastikan arsip yang diminta oleh tim Pansus DPRD Nunukan arsipnya ada dan disimpan oleh Kasi Pemerintahan Desa Binusan.

“Kalau arsip surat tanah itu ada saja dan di Simpan oleh Kasi Pemerintahan, namun saat kedatangan mereka (DPRD), Kasi Pemerintahan tidak berada ditempat, sementara menemani petugas BPN mengukur tanah warga yang masuk PTSL,” jelas Rudihartono.

Baca Juga Dong:  Hadiri Coffee Morning, Gubernur Zainal Apresiasi Kehadiran Poliklinik dan Command Center Polda

Rudi menyebutkan jika nanti arsip tersebut telah di keluarkan, salinan arsip yang di minta DPRD Nunukan akan diserahkan.

“Saya telah konfirmasi ke Pak Juhari terkait arsip yang di minta DPRD, nanti akan kita serahkan salinannya kepada DPRD Nunukan,” terang Rudihartono. (*)

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan