TKI Asal Bulukumba Meninggal di Nunukan, BP2MI Nunukan Masih Kordinasi Penangganannya

Arbain dan Muhammad Asri, Kasi Perlindungan dan Kasi Penempatan BP2MI Nunukan saat bertemu Keluarga Jenazah Husni TKW asal Bulukumba.

NUNUKAN-Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Husni Binti Beddu (50) meninggal, karena mengalami sakit komplikasi. Husni meninggal di ambulan setelah di larikan ke Puskesmas Nunukan pada Minggu (23/5) sekitar pukul 02.00 wita dini hari.

Rosmawati anak Husni (alm) menjelaskan, ibundanya Husni sudah lama sakit dari Malaysia. “ sakitnya itu sembuh, kambuh kembali. Sakitnya itu Asma, Tekanan darah tinggi dan ginjal,” jelas Rosmawati.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, orang tuanya sering pulang ke Indonesia melalui jalur resmi pada masa belum ada covid-19.

“Kami ini pulang karena ingin berobat di Kampung, Passport ada tapi karena kondisi Malaysia lockdown,” jelasnya.

alm Husni Binti Beddu saat di jemput BP2MI di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Menurut penjelasan Rosmawati, orang tuanya awalnya mengalami sesak napas, kemudian petugas Kesehatan membantu untuk membawa orang tuanya mengunakan ambulan ke Puskesmas Nunukan.

“Sekitar jam 02.00 wita, pertolongan awal itu membawa ke Puskesmas Nunukan. Saat di ambulans pingsan, namun dokter yang membantu di Puskesmas mengatakan kondisi nya sangat kritis sekali dan sangat kecil sekali untuk bertahan,” jelasnya.

“Kami berharap semoga di permudah untuk kami membawa  jenasah almarhum ke kampung halaman,” tuturnya.

Husni Binti Beddu masuk ke Indonesia secara ilegal atau melalui jalur tikus bersama dua orang anak dan adiknya pada hari rabu 19 mei 2021.

Sementara pihak BP2MI Nunukan saat di konfirmasi untuk pelayanan pemulangan jenazah Husni, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Upt. BP2MI Nunukan Arbain menjelaskan membahas masalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Perlindunganya masih bisa kita lindungi, karena perlindungan itu sebelum bekerja, masa bekerja dan setelah bekerja .

Baca Juga Dong:  Pemprov Siapkan Regulasi Moda Transportasi Laut dan Sungai secara Ketat

“Kita masih bisa menanggani mau TKI ilegal atau pun resmi, karena tidak ada di sebutkan dalam Undang-Undang ilegal atau resmi tetapi berbunyi PMI dan itu kita tetap layani. Sepanjang ada keterangan kebenaran dari Dinas terkait membuktikan bahwa yang bersangkutan merupakan TKI,” terang Arbain.

Untuk Jenazah yang bersangkutan, kata Arbain dalam penangganan kita tmasih tanggung jawab kita bersama pemerintah. Namun terkait pemulangannya ini tergantung peruntukkan dananya.

“Dana kami sudah habis, karena pemulangan jenazah TKI yang kemarin itu dan dana yang tersisa berupa santunan sebesar Rp. 2 juta yang akan kami berikan langsung kepada keluarga. Kita juga masih berkordinasi dengan pihak kerukunan Bulukumba di Nunukan,  berdasarkan informasi pihak Kerukunanannya bisa membantu untuk kepulangannya. Sementara kita coba kordinasi dengan ketua kerukunannya untuk penanggananya,” Katanya.

Ia juga menuturkan, Kita juga masih menunggu hasil Swab PCR nya dan keinginan pihak keluarga Jenazah Husni dapat di pulangkan, tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan