Viral! Fenomena Matahari Dilingkari Cincin dan Hujan Es Terjadi di Toraja Utara

TORAJA-Toraja Utara, Sulawesi Selatan mengalami fenomena alam langka yang tidak biasa terjadi, Sabtu (6/3/2021) kemarin, Pasalnya, Matahari yang muncul di langit Toraja Utara tampak dilingkari cincin.

Hal itu menjadi warga di Toraja Utara mengabaikan momen tersebut dan mengunggahnya di media sosial.

Salah satu unggahan warga Toraja Utara memotret hujan bentus batu es kecil.

Tak berselang lama setelah fenomena alam itu terjadi, sejumlah wilayah di Toraja diguyur hujan yang disertai angin kencang. Tak hanya itu, terdapat beberapa daerah yang diguyur hujan disertai butiran es.

“Ukurannya beragam, ada se-ukuran biji jagung ada juga yang lebih besar sedikit dari itu,” kata Mira, salah satu warga Ke’te’ Kesu’.

Hujan es tersebut, membuat beberapa warga panik, pasalnya hujan es yang menjatuhi atap rumah itu berbunyi cukup keras.

“Seperti ada yang melempar batu ke atas rumah,” tambahnya.

Pasca hujan es yang berlangsung sekitar 30 menit itu, hujan lebat pun terjadi yang disertai petir.

Berdasarkan riset Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer bahwa Hujan es, dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es. Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat dingin di atmosfer pada lapisan di atas freezing level. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar.

Karena ukurannya, walaupun telah turun ke arah yang lebih rendah dengan suhu yang relatif hangat tidak semuanya mencair. Hujan es tidak hanya terjadi di negara sub-tropis, tapi bisa juga terjadi di daerah ekuator. Proses lain yang dapat menyebabkan hujan adalah riming, dimana uap air lewat dingin tertarik ke permukaan benih-benih es. Karena terjadi pengembunan yang mendadak maka terjadilah es dengan ukuran yang besar.

Fenomena ini biasanya terjadi pada saat musim peralihan atau pada saat di musim hujan yang hujannya masih banyak terjadi pada siang atau malam hari, karena memang fenomenanya selalu terjadi setelah lepas pukul 13.00 – 17.00 namun demikian tidak mentup kemungkinan dapat terjadi pada malam hari.

Baca Juga Dong:  Jadikan Pilar, Gubernur Kaltara Komitmen Perhatikan Pendidikan di Kabupaten dan Kota

Hujan es hanya akan terbentuk bila partikel es atau butir air hujan yang membeku tumbuh atau berkembang dengan menyerap butir-butir awan kelewat dingin pada awan cumulonimbus (Cb) yang topnya melewati freezing level ketinggian dimana suhu udaranya 0oC atau sekitar 16.000 kaki di wilayah Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan