NUNUKAN, Pembawakar.com – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk tetap solid, sabar, dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi fiskal nasional yang saat ini turut berdampak pada keuangan daerah.
Hal tersebut disampaikan Hermanus saat memimpin Apel Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang dihadiri jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan, Rabu (17/6/2026).
Dalam amanatnya, Hermanus menggambarkan kondisi keuangan daerah saat ini seperti mesin yang sedang mengalami keterbatasan bahan bakar sehingga pergerakannya tidak bisa berjalan secara maksimal.
“Kondisi ini dialami secara nasional oleh seluruh pemerintah daerah. Ibarat mesin yang bahan bakarnya sedang kurang maksimal, pergerakan kita memang sedikit terasa berat. Oleh karena itu, situasi ini menuntut kita semua untuk solid, bersabar, dan mampu menyesuaikan keadaan,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika kondisi moneter dan fiskal nasional saat ini berdampak langsung terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, diperlukan perubahan pola kebiasaan serta penerapan efisiensi dalam berbagai aspek.
Hermanus menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Nunukan telah melakukan langkah penyesuaian atau relaksasi anggaran. Kebijakan tersebut bukan merupakan keinginan pribadi Bupati, Wakil Bupati, maupun Sekretaris Daerah, melainkan langkah yang harus diambil sebagai respons terhadap kondisi ekonomi nasional.
Sehubungan dengan hal tersebut, ia mengimbau seluruh kepala OPD dan ASN untuk mulai menerapkan pola hidup dan pola kerja yang lebih efisien. Dalam urusan kedinasan, setiap OPD diminta melakukan rasionalisasi program kerja agar lebih cermat dan hemat tanpa mengurangi manfaat yang diterima masyarakat.
Sementara dalam kehidupan rumah tangga, ASN juga diajak lebih bijak mengelola pengeluaran serta memanfaatkan potensi mandiri, seperti berkebun maupun beternak dalam skala kecil.
Meski sejumlah program kerja mengalami pembatasan akibat efisiensi anggaran, Hermanus menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh mengalami penurunan. ASN dituntut tetap aktif, produktif, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa harapan tersebut juga sejalan dengan aspirasi yang disampaikan para anggota DPRD Kabupaten Nunukan dalam sidang paripurna sebelumnya, yang menginginkan ASN Nunukan tampil lebih aktif dan produktif di tengah berbagai tantangan yang ada.
“Masyarakat selalu memantau kita, terutama saat kita mengenakan seragam KORPRI ini. Walaupun program di OPD mungkin hanya satu atau dua saja yang berjalan karena efisiensi, pastikan program tersebut betul-betul positif, bermanfaat, dan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Hermanus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN yang terus memberikan dukungan dalam mewujudkan 17 Arah Baru Pembangunan Kabupaten Nunukan.
Ia mengajak seluruh ASN untuk menghadapi tantangan yang ada dengan semangat kerja keras, gotong royong, kolaborasi, dan sinergi demi kemajuan daerah.
“Mari kita hadapi tantangan ini bersama-sama dengan kerja keras, gotong royong, kolaborasi, dan sinergi dari ujung ke ujung. Bekerjalah dengan penuh senyuman dan rendah hati, karena kedamaian itu dimulai dari hati kita sendiri. Semoga seluruh ASN Nunukan selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan rezeki yang melimpah,” pungkasnya. (Prokompim)



