Warga Sebatik Keluhkan LPG Langkah, Anggota DPRD Nunukan Minta Pemerintah Sanksi di Pertegas Bagi Penimbun

Lpg Langkah, Hj Nikmah Minta Pemda Bertindak Tegas.

NUNUKAN-Persoalan LPG bersubsidi menjadi keluhan warga di Sebatik, pasalnya tidak tepat sasaran sehingga menyebabkan bermunculan pedagang eceran yang menjual harga di atas Het.

Dampaknya masyarakat menjadi korban, tabung yang berukuran 3 kilogram berwarna hijau tersebut kini bukan milik masyarakat miskin yang tertulis di tabung tersebut melainkan milik orang yang mampu dan tidak mampu.

Bacaan Lainnya

Istilah yang ngetren saat ini yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya, ungkapan ini mulai jelas terlihat saat tong gas 3 kilogram masuk di Pangkalan. Hal itu terbukti para orang beruang mulai memborong dan menyimpan hingga pada waktu nya akan di keluarkan untuk di perjual belikan dengan harga yang menjulang.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Nunukan daerah Pilihan II, Hj Nikmah ketika ditemui sangat menyayangi hal yang terjadi di Nunukan dan Sebatik. Berbabgai solusi telah dicarikan namun tidak berjalan efektif.

“Memang betul-betul,  ini sudah seringkali  kita carikan solusi mulai dengan Surat keterangan tidak mampu bahkan mengikuti data perdesa atau kelurahan, namun kenyataannya juga di lapangan masih seperti itu, masih ngantri,” ujarnya, Kamis (22/4)

Kita juga meminta pendapat dari pemerintah seperti apa solusinya, namun kkenyataannya di lapangan tidak berubah juga. “ berbagai usulan untuk di lakukan pengawasan agar diperketat, namun kita harus perlu pembuktian, jika ada masyarakat melihat silahkan di rekam langsung.  Harga yang saat ini di jual sudah tidak sesuai ketentuan hal ini karena kita dapat laporan ada penimbunan, nah kalau memang ada yang lihat silahkan  di foto dan kita sama-sama melaporkan supaya ada tindak lanjutnya, sehingga ada shock therapy,” tutur Ketua Fraksi Hanura ini.

Baca Juga Dong:  Gubernur Dukung Pencanangan Mara Satu Sebagai Desa Wisata

Nikmah juga menuturkan, ini peruntukannya untuk orang yang tidak mampu kan, jadi perlu kesadaran kesadaran masyarakat yang mampu, kemudian pedagang atau siapa pun yang jual punya kesadaran janganlah menimbun menimbun gunakan seperlunya.

“Masyarakat sebenarnya tidak mengeluhkan harga, tetapi kelangkaan nya, kalau barang ini ada kan otomatis harganya tidak seberapa lah. Kenapa harga naik karena barangnya langka, Persoalan seperti ini kita belum ketemu benang merahnya,” ujarnya.

Ia berharap kepada tim pengawas yang dibentuk khusus untuk mengawasi pendistribusian tabung LPG ini, ternyata yang bergerak hanya bagian ekonomi. Tindakkan di lapangan seperti apa, kenapa saat ini tidak berjalan apakah kurang penganggaran untuk pengawas atau penyebabnya seperti apa.

“kita minta pemerintah supaya ini betul-betul di tuntaskan,  jangan di biarkan terus-menerus seperti ini, padahal data dari bagian ekonomi  ekonomi kuotanya cukup, tetapi kenyataanya di lapangan tidak ada di Sebatik. Ada pangkalan yang ditunjuk tapi tidak dapat dari agen. Kalau bisa sanksinya di pertegas, kalau sampai melanggar atau menimbun dikenakan sanksi yang berat,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan