DPRD Nunukan Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Tekan Angka Putus Sekolah

Nunukan, Pembawakabar.com– Anggota DPRD Nunukan, Hamsing, S.Pi., menyampaikan sejumlah catatan penting bagi dunia pendidikan dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, Minggu (3/5/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam wawancara melalui telepon, ia menekankan pentingnya penyusunan program yang terarah untuk mendorong kemajuan pendidikan di daerah.

Menurutnya, peringatan Hari Pendidikan Nasional tidak hanya sekadar seremoni, tetapi harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat visi dan misi pendidikan ke depan agar semakin maju, modern, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Di hari pendidikan ini mari kita memikirkan bagaimana program-program ke depan agar dunia pendidikan kita semakin maju, semakin modern, dan bisa bersaing dengan mengedepankan kualitas dan kuantitas,” ujarnya.

Hamsing menegaskan, selain peningkatan kualitas, aspek kuantitas juga menjadi perhatian penting, terutama untuk menekan angka anak putus sekolah, khususnya dari kalangan kurang mampu.

“Kenapa kuantitas penting? Untuk mengurangi bahkan menghilangkan anak-anak yang putus sekolah. Di sini pemerintah harus hadir mengakomodir semua anak-anak, terutama yang kurang mampu,” tegasnya.

Ia berharap tidak ada lagi anak-anak di Kabupaten Nunukan yang tidak mengenyam pendidikan hanya karena keterbatasan biaya. Menurutnya, hal tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi generasi penerus bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, Hamsing juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas dalam dunia pendidikan, termasuk menghindari konflik internal antara tenaga pendidik dan pihak sekolah.

“Kita berharap ke depan tidak ada lagi konflik antara guru dan kepala sekolah yang bisa mengganggu proses belajar mengajar.

Pemerintah harus mengatur dan menempatkan guru sesuai dengan titel dan skill agar tidak terjadi gesekan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penempatan tenaga pendidik yang tidak sesuai kompetensi berpotensi menghambat kemajuan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang lebih baik dari Dinas Pendidikan dalam hal penataan sumber daya manusia di sekolah.

Tak hanya itu, Hamsing juga menyinggung persoalan sosial yang melibatkan pelajar, seperti pergaulan bebas yang dapat berdampak pada masa depan anak-anak.

“Kami melihat ada isu-isu yang melibatkan anak-anak dalam pergaulan bebas yang berpotensi menjerat mereka ke dalam masalah hukum. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” katanya.

Ia pun meminta agar disiplin dalam proses belajar mengajar diperketat, serta pengawasan terhadap peserta didik ditingkatkan demi menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman.

Dalam kesempatan tersebut, Hamsing turut menyoroti program pemerintah daerah terkait pembagian seragam sekolah gratis. Ia menyatakan dukungannya terhadap program tersebut, namun menekankan pentingnya ketepatan dalam pelaksanaan.

“Program ini sangat bagus dan kami support. Tapi pendistribusiannya harus tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai ukuran. Jangan sampai baju yang diberikan tidak sesuai atau terlambat dibagikan,” ungkapnya.

Ia berharap seragam sekolah sudah dapat diterima siswa sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di akhir pernyataannya, Hamsing menegaskan komitmen DPRD untuk mendukung program-program pemerintah yang berpihak pada kemajuan pendidikan.

“Kami di DPRD siap mendukung program-program pemerintah yang layak diperjuangkan demi kemajuan pendidikan di daerah kita,” tutupnya. (Zha/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *