
Nunukan – Keamanan dan ketertiban menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Komitmen itu terlihat di Lapas Nunukan, melalui peran strategis Petugas Pintu Utama (P2U) yang berada di garis depan dalam mengawasi lalu lintas keluar-masuk lingkungan lapas.
Dengan konsistensi tinggi, petugas P2U menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Setiap individu yang masuk, baik petugas, warga binaan, maupun pengunjung, tak luput dari pemeriksaan menyeluruh.
Proses pemeriksaan dilakukan secara profesional dan humanis, tanpa mengesampingkan aspek keamanan. Mulai dari pengecekan barang bawaan, verifikasi identitas, hingga pengawasan terhadap potensi masuknya barang terlarang menjadi rutinitas yang dijalankan secara disiplin.
Kepala Lapas Nunukan, Donny Setiawan, menegaskan bahwa konsistensi dalam penerapan SOP menjadi kunci utama dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).
“P2U adalah wajah terdepan pengamanan. Ketelitian, integritas, dan kedisiplinan mereka sangat menentukan stabilitas lapas,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan kompetensi petugas juga terus dilakukan melalui pelatihan dan evaluasi berkala. Langkah ini diambil agar setiap petugas mampu menjalankan tugas secara optimal serta responsif terhadap berbagai potensi ancaman.
Dengan komitmen yang kuat dan sinergi seluruh jajaran, P2U Lapas Nunukan dinilai berhasil menjaga situasi tetap aman, tertib, dan terkendali. Konsistensi dalam menjalankan SOP tak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga wujud tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan berintegritas. (RR)