NUNUKAN, Pembawakabar.com- Kabar membanggakan dari ujung utara Indonesia! Pesta budaya Iraw Borneo Bersatu yang digelar di Kabupaten Nunukan kini resmi masuk dalam dua kalender bergengsi Kalender Event Nusantara Kementerian Pariwisata RI dan agenda tetap Sosek Malindo Indonesia-Malaysia.
Capaian ini menjadikan Iraw Borneo Bersatu sejajar dengan event-event unggulan nasional dari 38 provinsi dan 450 kabupaten/kota se-Indonesia.
Kordinator lembaga Adat sekaligus ketua Panitia kegiatan, H. Sura’i, mengungkapkan rasa syukurnya. Ini menandakan Iraw naik kelas dari ajang silaturahmi menjadi event pariwisata internasional.
“Kita bersyukur, kita naik kelas. Iraw sudah mendapat pengakuan di kalender event Nusantara dari Kementerian Pariwisata. Kita juga sudah dimasukkan dalam kalender tetap Sosek Malindo,” ujar H. Sura’i, Jumat (2/10).
Dijelaskan Sura’i secara filosofi, Iraw tahun ini tetap mengusung semangat Silaturahmi.
Ajang ini mempertemukan masyarakat Tidung dari 5 kabupaten/kota di Kalimantan Utara: Malinau, Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, dan Tarakan, serta Tidung serumpun dari 4 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam,”ungkap Sura’i.
Lebih lanjut, Sura’i menyebutkan, rangkaian kegiatan digelar 8-13 Oktober.
Dimana 8 Oktober Kedatangan tamu,
9 Oktoher Jumat, 08.00-11.00 WITA) Pembukaan di Nunukan, 9-12 Oktober Lomba tari & olahraga tradisional, 12 Oktober Malam Penutupan dan 13 Oktober Pemulangan peserta.
“Rombongan Malinau pesertanya 120 orang dan Lumbis 80 orang, mereka dijadwalkan tiba lebih awal pada 7 Oktober,”jelas Sura’i.
Kepala Disbudporapar itu menjelaskan, tahun ini berbeda, Pemkab Nunukan lewat Disbudporapar memberi support penuh, termasuk konsumsi tamu yang menginap di rumah penduduk yang sudah masuk RKA/DPA.
“Inilah pembeda, artinya kita bersyukur,
Kita berharap masyarakat Nunukan menjaga persatuan dan memberi yang terbaik untuk tamu, karena tujuan Iraw selain silaturahmi juga untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Nunukan,” pungkasnya.(*)




