PDAM Nunukan Berkomitmen Perbaiki Pipa di Drainase

Sulianto, Kabag Teknis PDAM Nunukan menjelaskan masalah pipa kepada Ketua DPRD Nunukan dan Camat Nunukan.
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Ribuan Botol Plastik dari gorong-gorong diangkut petugas Pemadam Kebakaran, DLH dan PDAM yang terlibat dalam aksi bersih-bersih menuju Kecamatan Nunukan bebas sampah dan banjir.

Namun penyebab penumpukkan sampah tersebut diakbatkan adanya pipa milik PDAM Tirta Taka Nunukan yang dipasang di bawah gorong-gorong, sehingga aliran drainase menjadi terhambat.

Bacaan Lainnya

Kepala Bagian Teknik PDAM Nunukan, Sulianto yang ditemui dilokasi kerja bakti, menjelaskan pihaknya telah beberapa kali mengusulkan dikarenakan usia pipa yang ada di dalam gorong-gorong ataupun drainase sudah cukup lama.

Baca Juga:  Upaya Pemkab Nunukan Cegah dan Atasi Stunting

“Kami berupaya terus perbaikan pipa distribusi dan tersier untuk Kabupaten Nunukan, karena kami juga menjadi sorotan dan kami tidak menutup diri yang katanya penyebab sangkutnya sampah, tetapi kita harus bersinergi bekerjasama supaya bersih,”

“Upaya kami tetap mencari solusinya memindahkan pipa ini, hanya saja biayanya yang cukup besar. Anggarannya sudah ada tapi kami masih memperhitungkan khususnya untuk di kota, Insya Allah dalam waktu dekat mungkin ini mendapatkan perhatian khusus Pemerintah baik pusat maupun daerah memberikan perhatian kepada Perumda Tirta Taka Nunukan ini supaya kami juga tidak jadi bulan-bulanan,”ujar Sulianto.

Baca Juga:  Kades Binusan Minta Ketegasan Instansi Terkait Soal Aturan Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau

Dia menyebutkan, untuk pengontrolan hingga saat ini masih terus dilakukan karena otomatis, dengan adanya pipa yang saat ini di dalam parit, sebenarnya kita cukup kesulitan dalam pemantauan. Makanya tingkat kehilangan air untuk di kota ini cukup tinggi karena pemantauan kita tidak sama dengan di area yang terbuka.

“Jadi kami agak sangat risau dengan permasalahan-permasalahan ini, tetapi ini perlu diketahui dan dimaklumi semua pihak bahwa pipa ini dulunya ditanam, namun pipa itu kami geser-geser karena adanya pelebaran jalan,” terangnya.

Sulianto kembali menerangkan, penanaman pipa membutuhkan biaya yang cukup besar karena area-area atau lokasi penanaman pipa tersebut. Banyak harus dicutting aspalnya untuk mengeluarkan pipa-pipa yang ada di parit.

Baca Juga:  Wabup Hanafiah Serahkan Sertifikat Lahan Pekarangan SP 5 Sebakis

“Biayanya cukup besar bisa sampai 4 kali lipat untuk cutting aspal,” jelasnya.

Meski begitu, Sulianto menuturkan, dengan kegiatan yang dilakukan merupakan suatu edukasi masyarakat, mereka melihat langsung.

“Mudah-mudahan dengan niat kita yang baik, Insya Allah kita juga mendapatkan kebaikan ke depannya. Paling tidak masyarakat mulai sadar membuang sampah pada tempatnya. Khusus perpipaan kami berkomitmen mengupayakan namun perlu anggaran besar dan kita harus terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah,” pungkas Sulianto. (**)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.