Soroti Fenomena Gempa di Tarakan, Ruman Tumbo: Jangan Anggap Wilayah Kita Bebas dari Bencana

NUNUKAN — Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Ruman Tumbo, menyoroti  fenomena gempa yang baru-baru ini dirasakan di wilayah Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Ia menilai kejadian tersebut menjadi pengingat penting bahwa daerah yang selama ini dianggap aman dari aktivitas seismik ternyata juga memiliki potensi bencana.

Bacaan Lainnya

Ruman menceritakan pengalamannya saat kejadian gempa berlangsung. Ketika itu, ia sedang berada di sebuah hotel dan merasakan getaran cukup kuat.

“Pas saya di hotel, terasa sekali goyangnya. Bangunan miring, pintu kaca seperti mau pecah dan terbuka sendiri. Kebetulan saya duduk di lobi, jadi jelas sekali terasa,” ujarnya, Senin (10/11).

Ia mengaku terkejut karena selama ini masyarakat Kalimantan meyakini bahwa wilayah bebas dari gempa.

“Dulu sering disampaikan bahwa di Kalimantan tidak ada gempa. Tapi kenyataannya, sekarang ada. Artinya, kita tidak boleh terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa dasar ilmiah yang kuat,” tegasnya.

Selain fenomena gempa, Ruman juga menyinggung beberapa lokasi yang berpotensi mengalami longsor, seperti di daerah Kampung Tator. Ia menyebut, sudah ada alat pemantau yang dipasang untuk mendeteksi pergerakan tanah.

“Begitu mau longsor, alat itu akan berbunyi sebagai peringatan. Berbeda dengan gempa apakah karena di Kalimantan jarang terjadi sehingga alarm tersebut tidak dipasang atau difungsikan,” jelasnya.

Dikatannya, kejadian gempa harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan lembaga terkait. Ia mendorong adanya penelitian dan pemetaan ulang oleh lembaga seperti BMKG dan BPBD, agar mitigasi bencana di Kalimantan Utara lebih siap dan berbasis data.

“BMKG harus terus melakukan kajian dan memperkuat sistem peringatan dini. Jangan hanya berpatokan bahwa Kalimantan aman. Karena alam bisa berubah, dan kita harus siap menghadapi kemungkinan itu,” pungkasnya. (*)

[jetpack-related-posts]