Sungai Kampung Tator Tercemar Solar, Petani Mulai Mengeluh

bantaran sungai Kampung Tator.

NUNUKAN-Petani di Kampung Tator, Kelurahan Nunukan Tengah Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Mengeluh Sungai Pongtiku tercemar solar, pencemaran air sungai ini berjalan selama seminggu.

Tinus Petani yang mengeluh buah parenya rusak karena air sungai yang di cemari solar.

Berdasarkan informasi yang di himpun, bahan bakar solar tersebut berasal dari pompa mesin milik Pdam Nunukan, Jumat (4/6).

Bacaan Lainnya

Hampir seminggu air sungai tercemar bahan bakar solar, sejak tanggal 30 Mei hingga saat ini, air sungai masih berbau solar.

Warga RT. 19  Kelurahan Nunukan Tengah yang mengeluh, Tinus mengatakan kejadian ini sudah berjalan hampir seminggu.

Ia menuturkan, kejadian tersebut sudah disampaikan ke Pdam untuk bukakakn pembuangan agar solar yang ada di Sungai tersebut tidak mengendap solar.

“Kegiatan kami terganggu sebagai petani, karena kami tidak bisa mengunakan air tersebut untuk menyiram tanaman dan saat ini tanaman kami mulai layu. Bahkan kami sudah mengalami kerugian karena buah pare kami rusak setelah di siram air dari sungai tersebut,” ujar Tinus.

“Petugas Pdam Nunukan yang menjaga embung tersebut menuturkan bahwa solar tersebut hasil sisa yang digunakan membersihkan mesin dan hanya satu ember yang di buang,” tambah Tinus menjelaskan apa yang disampaikan petugas jaga di embung.

Bahkan dia menuturkan, hal tersebut sudah disampaikan kepada petugas Pdam yang menjaga di embung dan petugas lab dari pdam juga waktu itu datang tetapi malam.

” Petugas hanya minta maaf, padahal kami hanya ingin air di embung di buka dulu agar solar yang ada di Sungai itu terbawa air sampai ke laut dan sekarang tidak ada tindak lanjut,”tutur Tinus.

Baca Juga Dong:  Audiensi Dengan Wagub Yansen, KORMI Bulungan Bahas Pengembangan Budaya Lokal Melalui Olahraga Rakyat

Tinus menegaskan, jika tidak ada tindak lanjut harus mengganti rugi tanaman kami dan menyiapkan profil dan air agar kami bisa berkebun kembali.

” Yang jelas kami hanya ingin air ini bersih kembali, kalau memang tidak ada tindak lanjut kami meminta di siapkan profil dan air untuk digunakan menyiram tanaman kami dan mengganti rugi tanaman kami yang rusak,” tegasnya.(*)

Tinggalkan Balasan