NUNUKAN, Pembawakabar.com – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) melanjutkan tahapan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaski) 2026. Salah satu tahapan yang disiapkan yakni tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) bagi pelajar SMA dan sederajat dari berbagai sekolah di wilayah Nunukan.
Kepala Bidang Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan Bakesbangpol Nunukan, Emiliana Nata Koten, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung kesiapan lokasi pelaksanaan tes.
“Hari ini kami melakukan cross check di lapangan terkait kesiapan lokasi dan fasilitas untuk pelaksanaan tes CAT di SMAN 1 Nunukan dan SMAN 1 Nunukan Selatan (Nusa),” kata Emiliana.
Ia menyebut, seleksi Capaski tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari para pelajar. Tercatat sekitar 200 orang mendaftar untuk mengikuti proses seleksi dari berbagai sekolah di Kabupaten Nunukan.
Namun setelah melalui proses verifikasi administrasi, jumlah peserta yang memenuhi syarat berkurang. Dari total pendaftar, sebanyak 174 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tes CAT.
“Setelah seleksi administrasi, terdapat 174 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tes CAT sebagai bagian dari proses seleksi Capaski Kabupaten Nunukan 2026,” ujarnya.
Untuk memastikan seleksi berjalan tertib dan transparan, Bakesbangpol memusatkan pelaksanaan tes CAT di dua lokasi, yakni SMAN 1 Nunukan dan SMAN 1 Nunukan Selatan. Kedua sekolah tersebut dipilih karena memiliki fasilitas laboratorium komputer yang memadai.
Pelaksanaan tes dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 12-13 Maret 2026. Pada hari pertama peserta akan mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang menguji pemahaman peserta terkait nilai-nilai dasar negara seperti Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Sementara pada hari kedua, peserta akan mengikuti Tes Intelegensia Umum (TIU) untuk mengukur kemampuan logika, analisis, serta pemecahan masalah.
Menurut Emiliana, penggunaan sistem CAT bertujuan menciptakan proses seleksi yang lebih objektif dan akuntabel.
“Dengan sistem CAT, penilaian dilakukan secara otomatis oleh sistem sehingga meminimalkan kemungkinan subjektivitas,” jelasnya.
Ia menambahkan, tes CAT bukan tahapan akhir dalam seleksi Capaski. Peserta yang lolos masih akan mengikuti tahapan lanjutan seperti tes kesehatan, kesamaptaan jasmani, tes kepribadian, hingga wawancara.
Peserta yang berhasil lolos hingga tahap akhir nantinya akan dipersiapkan untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kabupaten Nunukan pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.(**)



