Cemas Setiap Hujan Turun, Longsor Ancam Rumah Warga RT 17 Pongtiku, Pemilik Rumah Minta Perhatian Pemerintah

NUNUKAN, Pembawakabar.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Pongtiku memicu pergerakan tanah di RT 17 Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan. Longsor yang terjadi di sekitar permukiman kini semakin mendekati rumah warga hingga menyentuh bagian dinding bangunan, memicu kekhawatiran akan ancaman kerusakan yang lebih parah jika hujan kembali turun.

Bacaan Lainnya

Salah satunya Roy Manda mengkhawatirkan kondisi tanah longsor yang semakin mendekati rumahnya. Pergerakan tanah yang terjadi setelah hujan deras disebut telah mencapai bagian dinding rumah dan berpotensi menimbulkan kerusakan apabila tidak segera ditangani.

“Longsor terjadi di sisi rumah dan terus mengikis tanah hingga menyentuh dinding bangunan,” ujarnya.

Untuk mencegah longsor semakin meluas, Roy Manda telah melakukan penanganan secara mandiri dengan memasang karung yang diisi tanah sebagai penahan. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan pergerakan tanah.

“Saya sempat blok pakai karung berisi tanah, tetapi tidak mampu menahan.,” katanya.

Selain menggunakan karung berisi tanah, Roy juga memasang sejumlah balok untuk memperkuat penahan di sekitar lokasi. Kendati demikian, kondisi tanah masih terus mengalami pergerakan.

Menurut Roy, kondisi tersebut sebelumnya tidak menunjukkan masalah. Perubahan terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dan menyebabkan tanah mulai turun.

“Kemarin masih baik-baik saja. Pas hujan deras kemarin, tanahnya turun. Kalau hujan lagi, apalagi musim hujan saya khawatir tambah parah,” ungkapnya.

Roy Manda mengaku telah beberapa kali menyampaikan persoalan tersebut kepada pihak terkait. Namun, ia mendapat penjelasan bahwa lahan yang terdampak merupakan lahan pribadi sehingga tidak termasuk bagian yang dapat ditangani melalui proyek tersebut.

“Saya sudah beberapa kali ajukan ke yang pegang proyek. Katanya itu pribadi, bukan umum punya,” jelasnya.

Ia juga telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak RT. Namun, hingga kini dirinya mengaku belum menerima tindak lanjut terkait penanganan longsor tersebut.

Roy Manda berharap persoalan itu mendapat perhatian dari Pemerintah. Menurutnya, kondisi tanah yang semakin mendekati rumah perlu segera ditangani untuk mencegah kerusakan yang lebih besar, terlebih jika hujan deras kembali terjadi.

“Saya juga bingung harus bagaimana. Ini sudah parah rumah saya. Saya berharap bisa segera ditangani sebelum makin parah. Saya memohon kiranya Pemerintah dapat melihat kami sebagai rakyat kecil,” pungkasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pergerakan tanah berpotensi semakin meluas ketika curah hujan kembali meningkat. Warga berharap adanya langkah penanganan yang jelas, baik melalui upaya penguatan tanah maupun solusi teknis lainnya, sehingga keselamatan dan keamanan rumah warga dapat terjaga.(*)

 

Tinggalkan Balasan