NUNUKAN, Pembawakabar.com – Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nunukan bergerak cepat merespons laporan warga terkait kebakaran yang melanda rumah milik Siti Salim (50) di Jalan Bhayangkara RT 08, tepatnya di depan SDN 003, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan, Kamis (18/6/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut menghanguskan bagian dapur rumah berukuran sekitar 3 x 5 meter persegi yang dihuni tiga orang, yakni Siti Salim, anaknya yang berusia 9 tahun, serta ibunya yang telah lanjut usia.
Komandan Pleton Pemadam Kebakaran yang bertugas, Suwar, mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 01.39 Wita dari Ahmad Rojali, tetangga korban.
“Setelah menerima laporan, kami langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman padat penduduk, tepat di simpang tiga lampu merah Jalan Bhayangkara,” ujar Suwar.
Saat petugas tiba di lokasi, kondisi dapur telah dipenuhi asap tebal. Kobaran api terlihat membakar dinding dan mulai merambat ke bagian plafon rumah.
“Kondisi ruangan dapur sudah penuh asap. Api terlihat membesar hingga ke dinding dan merambat ke plafon,” jelasnya.
Petugas kemudian segera melakukan pemadaman dan pendinginan. Berkat kesigapan tim, api berhasil dijinakkan dalam waktu kurang dari 15 menit sehingga tidak sempat menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
“Setelah api berhasil dipadamkan, kami melanjutkan proses pendinginan selama lebih kurang 30 menit untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan kondisi benar-benar aman,” tambah Suwar.
Di sekitar dapur yang terbakar ditemukan banyak tumpukan kayu kering yang biasa digunakan korban untuk memasak lontong.
Menurut Suwar, kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik rumah ketika anaknya yang berusia 9 tahun terbangun pada tengah malam dan meminta ditemani ke kamar mandi. Saat menuju area dapur, korban merasakan suasana pengap seperti dipenuhi asap.
“Ketika sampai di dapur, pemilik rumah melihat api sudah membesar dan membakar ruangan. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan sehingga didengar oleh tetangga yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran,” tuturnya.
Berdasarkan keterangan pemilik rumah, aktivitas terakhir di dapur tungku tersebut dilakukan pada Rabu pagi untuk memasak lontong.
Dugaan sementara, kebakaran berasal dari sisa bara api tungku yang belum padam sepenuhnya setelah digunakan memasak. Bara tersebut kemudian memicu kebakaran karena di sekitar lokasi terdapat banyak material yang mudah terbakar.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan dan perhitungan oleh pihak terkait.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Untuk kerugian materiel masih dalam proses perhitungan,” tutup Suwar. (*)




