H. Ladullah Sebut Siswa Kaltara Keluhan Laboratorium dan Satu Bus Layani 700 Murid

NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Partai PKS, H. Ladullah, mengungkapkan sejumlah keluhan serius yang disampaikan siswa selama kegiatan reses. Antara lain keterbatasan fasilitas laboratorium yang hanya satu unit untuk seluruh kelas di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta armada bus sekolah yang minim dimana satu unit harus melayani hampir tujuh ratus siswa dari luar daerah seperti Semanggaris dan Sebakis.

Bacaan Lainnya

Ladullah menjelaskan, dalam dialog bersama para siswa, banyak pertanyaan dan keluhan yang muncul, terutama terkait kesenjangan fasilitas laboratorium di sekolah.

“Kemarin pertanyaan cukup banyak, termasuk soal kesenjangan laboratorium di setiap sekolah. Menurut siswa, ada beberapa kekurangan peralatan laboratorium. Bahkan di SMK, laboratoriumnya hanya satu,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai menyulitkan proses belajar mengajar. Dengan hanya satu laboratorium, penggunaan secara bergantian oleh siswa kelas 1, 2, dan 3 tidak maksimal dan tidak mampu mengakomodir seluruh kebutuhan praktik.

“Kalau digunakan untuk kelas 1, kelas 2 dan 3 tidak terakomodir lagi. Ini tentu menjadi perhatian, karena SMK memang membutuhkan fasilitas praktik yang memadai,” jelas Ketua Fraksi Partai PKS Kaltara ini.

Selain persoalan laboratorium, ia juga menerima aspirasi terkait keterbatasan bus sekolah. Di salah satu SMK, saat ini hanya tersedia satu unit bus yang harus melayani ratusan siswa.

“Katanya kemarin di SMK itu cuma satu bus sekolah. Satu bus melayani kurang lebih hampir tujuh ratus siswa. Memang tidak semuanya naik bus, tetapi yang menggunakan rata-rata siswa dari luar daerah seperti Semanggaris dan Sebakis yang tidak punya kendaraan,” ungkapnya.

Menurutnya, keterbatasan armada berdampak pada ketepatan waktu siswa tiba di sekolah. Jika bus harus bolak-balik menjemput, sebagian siswa berpotensi terlambat mengikuti pelajaran.

“Kalau bus itu harus berulang beberapa kali, otomatis siswanya agak terlambat mendapatkan pelajaran di bangku sekolah. Ini yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, dirinya berkomitmen untuk menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi tersebut kepada pemerintah provinsi.

“Nanti kita akan bahas di pemerintah provinsi Kalimantan Utara supaya hal-hal ini bisa ditindaklanjuti. Kalau bisa diadakan pengadaan bus sekolah lagi, khususnya untuk sekolah yang muridnya banyak dan jaraknya jauh dari tempat tinggal,” katanya.

Ia berharap minimal setiap sekolah memiliki bus sekolah yang memadai, terutama bagi siswa di wilayah pedesaan yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk bersekolah.

“Harapan kami, kalau bus tidak bisa ditambah banyak, minimal setiap sekolah mendapatkan bus sekolah. Apalagi di pedesaan, anak-anak dari desa kalau naik motor setiap hari tentu membutuhkan biaya yang cukup lumayan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan