KSP Terima Kunjungan Peserta Kalimantan Tengah Dalam Pelatihan Sentra Budidaya Maggot

Print Friendly, PDF & Email

PONTIANAK, Pembawakabar.com – Irin Bahagia sekali karena lelah perjalanan darat dari Desa Kartamulia, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, terbayar sudah. Setelah menempuh perjalanan 12 jam lamanya dengan jarak tempuh 600 kilometer untuk tiba di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

“Kami datang kesini, ingin belajar mengolah sampah dengan biaya murah, ramah lingkungan, teknologi sederhana serta dapat meningkatkan keluarga masyarakat,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Perempuan berusia 28 tahun ini tahu informasi soal biokonversi pengelolaan sampah organik dengan budidaya Maggot atau belatung Black Soldier Fly (BSF/lalat tentara hitam) dari sosial media.

“Yang kami tahu Kreasi Sungai Putat sudah mengembangkan metode ini. Sehingga kami datang kesini untuk belajar. Setelah melihat proses yang ada kami yakin, bahwa kami bisa mengadopsi ini untuk kami bawa ke daerah kami,” kata Irin yang merupakan Ketua BPD Desa Kartamulia.

Belajar Bersama Ekonomi Mandiri

Pagi itu, belasan orang berkumpul. Jarum jam menunjukan pukul 09.30 WIB Rabu, 3 November 2021.

“Hari ini Kreasi Sungai Putat (KSP) menerima kunjungan kerja kelurahan dan kepala desa se- Kecamatan Sukamara Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah,” kata Ketua KSP, Syamhudi.

Kedatangan warga Kalimantan Tengah itu ke KSP demi belajar bersama biokonversi pengelolaan sampah organik dengan budidaya Maggot atau belatung Black Soldier Fly (BSF/lalat tentara hitam).

Dalam kesempatan itu, Camat Sukamara M Milan menyampaikan tujuan kedatangan ke KSP untuk belajar sistem pengelolaan sampah organik dengan pengurai maggot dan akan mengadaptasi cara KSP yang sudah berjalan selama ini ke Kecamatan Sukamara.

Baca Juga Dong:  Pemprov Kaltara Dukung APKASINDO Tingkatkan Produktivitas Petani Kelapa Sawit

“Materi cara kerja maggot sebagai pengurai serta relasi manfaat dengan sektor lainnya,” kata Millan.

Maggot selain akan menghadirkan solusi untuk lingkungan juga menegaskan konsep kemandirian pangan dengan kompos yang bisa digunakan oleh petani dan maggot sebagai pakan alternatif bagi pembudidaya ikan dan peternak unggas kecil.

Selain anggota KSP, tim Kunker Lurah dan Kades Kecamatan Sukamara juga disambut oleh Lurah dan Camat Pontianak Utara.

Dalam kesempatan itu, Camat Pontianak Utara Dini Eka Wahyuni menyampaikan, Kerjasama yang baik kedepannya dan tidak selesai hanya dengan kunjungan kerja saat ini.

Sementara itu, Lurah Siantan Hilir, Purwati, menyambut baik kegiatan itu.

Dia menururkan, dengan membuka informasi pengalaman kerja pemberdayaan masyarakat selama ini akan membuka peluang usaha rumahan mandiri.

Sedangkan Lurah Mendawai Kecamatan Sukamara, Hasanudin, juga berharap bisa mencontohkan gerakan pemberdayaan ekonomi mandiri yang dilakukan Kreasi Sungai Putat ke Kecamatan Sukamara.

“Khususnya Kelurahan Mendawai, umumnya Kalimantan Tengah,” kata Hasanudin penuh harap.

Kunjungan ini ditutup dengan studi lapang dan melihat secara langsung sentra budidaya BSF/Maggot di Demplot Pekarangan-KSP dengan konsep pertanian terpadunya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan