Pelepasan Mahasiswa KKN, Rudihartono Ingatkan Kewajiban Sebagai Mahasiswa

Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN-Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) Kelompok 35 sebanyak 12 orang dan 1 orang dair kelompok 58 telah selesai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan Kabupaten Nunukan.

Pelepasan tersebut dilepas oleh Kepala Desa Binusan, Rudihartono, S. Sos, di aula Kantor Desa Binusan, Senin (25/7).

Bacaan Lainnya

“Usai KKN ini jangan sampai melupakan kewajibannya yaitu kewajiban kepada orang tua, misalnya menyelesaikan laporan KKN dan skripsi, karena hal ini sudah keharusan dari Universitas yang harus menyususun skripsi dan bukan itu saja melainkan harus lulus hingga bekerja,” Pesan Rudi kepada Mahasiswa KKN.

Baca Juga:  Kades Binusan Minta Ketegasan Instansi Terkait Soal Aturan Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau

“Jadi menyusun skripsi dan lain sebagainnya itu harus diselesaikan dan ini salah satu tanggung jawab mereka kepada orang tua,” tambahnya.

Usai melepaskan mahasiswa KKN, Rudi menyampaikan, mahasiswa tersebut sudah selesai melaksanakan KKN di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan.

“Mereka melaksanakan KKN selama 40 hari. Hari ini akan pulang ke Kota Tarakan,” kata Rudiharton.

Dia menuturkan, kehadiran Mahasiswa UBT yang melaksanakan KKN di Desa Binusan cukup membantu mempromosikan wisata hutan mangrove Yaki Manurani.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah bekerja sama dengan desa Binusan. Saat awal masuk ke sini sesuai apa yang kami minta bantu yaitu mempromosikan hutan mangrove Yaki Manurani yang berada di desa Persiapan Ujang Fatimah terlaksana dengan baik, mereka membuat penunjuk arah ke hutan mangrove, mengklasifikasikan nama-nama mangrove yang ada di hutan mangrove Yaki Manurani,” jelas Rudi.

Baca Juga:  Wabup Hanafiah Serahkan Sertifikat Lahan Pekarangan SP 5 Sebakis

Selain mempromosikan hutan mangrove, Mahasiswa sebanyak 13 orang tersebut juga mengelola makanan dari olahan rumput laut dan melakukan sosialisasi penangganan stunting.

“Mereka cukup kreatif untuk mengelola makanan olahan rumput laut, serta kegiatan penangganan stunting. Mereka mengedukasi masyarakat dalam menanggani stunting, sehingga tidak berkembang di Masyarakat. Sejak mereka hadir di desa Binusan kami sangat terbantu begitupun masyarakat, karena banyak hal-hal yang baru mereka sampaikan kepada kita dan menjadi pembelajaran bagi kita di desa Binusan,” kata Rudi.

Dia menambahkan, menjadi kesan yang baik bagi mahasiswa UBT yang melaksanakan KKN adalah disaat mereka menyampaikan betapa ramahnya dan welcome masyarakat desa Binusan.

Baca Juga:  Gubernur Hadiri Pengarahan Presiden, Ini 3 Poin yang Disampaikan Presiden

“Saat di desa Binusan mereka merasa bukan orang asing, rasa persaudaraan dan keramah tamahan Masyarakat desa Binusan mereka rasakan dan apresiasi. Disaat mereka perlukan sesuatu disediakan,” ungkap Rudi.

Rudi juga mengucapkan terima kasih kepada UBT yang telah mengirimkan Mahasiswasnya ke desa Binusan untuk melaksanakan KKN, tentu kehadiran Mahasiswa UBT membuat Masyarakat desa Binusan senang. Namun Rudi juga berharap jika durasi KKN yang diberikan dilaksanakan selama 3 bulan.

“Kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada UBT karena telah mengirimkan mahasiswanya, karena kami cukup terbantu meringankan tugas kedinasan di Pemerintah desa Binusan dan mengedukasi masyarakat. namun ada sedikit masukan untuk UBT agar pelaksanaan KKN untuk tahun depan kalau bisa diperpanjang waktunya atau dilaksanakan selama 3 bulan,” tuntas Rudihartono. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.