Pemuda di Nunukan Membutuhkan Pembangunan Karakter, Bela: Perlu Kesadaran Sosial

Anna Bela Morizcha.
Print Friendly, PDF & Email

NUNUKAN, Pembawakabar.com-Bukan hal yang baru lagi, kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh pemudanya. Karena pemuda adalah bagian yang tidak terpisahkan sebagai generasi penerus, namun apa yang terjadi dengan pemuda saat ini.

Tak sedikit hingga kini pemuda sibuk dengan pengunaan teknologi elektronik yang berlebihan, hal tersebut tentu berdampak buruk bagi kondisi kesehatan, psikologi, dan masa depan pemuda itu sendiri.

Bacaan Lainnya

Akibatnya, karakter pemuda dan generasi penerus bangsa telah lenyap dipengaruhi monitor kecil yang dapat menjelajah dunia dalam genggaman atau yang sering disebut gadget.

Tentu di era teknologi yang canggih hal ini dapat menina bobokan pemuda era kini.

Melihat kondisi pemuda yang tidak terkontrol dimabukkan oleh gadget, Pemudi bernama Anna Bela Morizcha ini justru mengubah pola pikir dan mindset pemuda pemudi di Nunukan untuk membangun dan menyadarkan pemuda pemudi Kabupaten Nunukan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Menurut Anna Bela Morizcha pentingnya pemberdayaan kepemudaan, dirinya berharap ada kesadaran sosial.

“Saya ingin pemuda itu punya kesadaran sosial (empati) dengan kondisi masyarakat sekitar, tentu ada wadah yang kita harus optimalkan kembali,” ungkap gadis lulusan terbaik Universitas Trisakti Tahun 2018 ini, Selasa (26/10).

Dijelaskan Bela, pemuda merupakan aset bangsa yang sangat mahal dan tidak ternilai harganya. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan negara tergantung pada kaum mudanya sebagai agent of change (agen perubahan).

“Pada setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu ada darah muda yang mempelopori. Namun, pemuda Indonesia dewasa ini telah banyak kehilangan jati dirinya,” tutur dia.

Baca Juga Dong:  Gandeng LSP-KPK, BPSDM Kaltara Gelorakan Budaya Anti Korupsi Melalui Diklat

Gadis lulusan Magister Ilmu Hukum Universitas Pelita Harapan ini mengungkapkan, saat ini sangat dibutuhkan adanya pemikiran kembali dan penemuan kembali dalam nation character building atau pembangunan karakter bangsa bagi pemuda.

“Semua ini bisa diwujudkan jika kita satukan tekad, jadi pemuda tidak hanya hadir disaat momentum tertentu saja,” pungkas Bela. (**)

Tinggalkan Balasan